Libur Natal, Ini Data Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Bantul

Suasana Pantai Parangtritis dipenuhi para wisatawan, Sabtu (25/12/2021). - Harian Jogja - Catur Dwi Janati
27 Desember 2021 23:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di Bantul pada libur Natal, pekan lalu meningkat di banding libur mingguan biasanya. Dinas Pariwisata Bantul mencatat selama 24-26 Desember 2021 ada 44.911 orang wisatawan yang berkunjung ke Bantul.

“Jumlah tersebut terhitung hanya di objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bantul. Belum termasuk jumlah wisatawan yang dikelola oleh masyarakat,” kata Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, Senin (27/12/2021).

Dari jumlah 44.911 orang total pendapatan sebanyak Rp435.198.250. Sementara jumlah wisatawan yang berkunjung dalam kurun 20-26 Desember 2021 sebanyak 68.615 orang dengan total pendapatan Rp665.628.250.

Markus mengatakan jumlah wisatawan pada pekan lalu tersebut meningkat dibanding pekan sebelumnya. Pada 13-19 Desember 2021 jumlah wisatawan sebanyak 53.312 orang dengan pendapatan Rp518.324.000, “Data minggu ini meningkat 28,7 persen dibanding minggu sebelumnya,” kata Markus.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Ipung ini mengatakan jumlah wisatawan tersebut hampir sebagian besar adalah pengunjung pantai Parangtritis dan sekitarnya. Bahkan bisa dibilang 90% adalah pengunjung Parangtritis.

Menurut dia, peningkatan jumlah pengunjung ini karena adanya informasi dibukanya semua objek wisata selama libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Selain itu juga saat ini bertepatan dengan libur sekolah.

BACA JUGA: 6 Lokasi Camping Paling Seru di Jogja untuk Malam Tahun Baru

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan tidak ada target perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun jumlah pengunjung selama libur Nataru ini. Namun ia mengungkapkan untuk mencapai target Rp14 miliar di akhir tahun cukup sulit. Dari target Rp14 miliar di akhir tahun, sampai pertengahan Desember ini baru mencapai Rp12.4 miliar.

Menurut Kwintaro yang penting selama libur Nataru ini pariwisata aman dan tidak menimbulkan kasus baru Covid-19 baik bagi wisatawan maupun pengelola wisata. Ia mengatakan libur Nataru ini menjadi bahan ujian. Jika tidak menimbulkan penularan kasus Covid-19, artinya pariwisata di Bantul aman sehingga wisatawan maupun pengelola wisata ke depannya bisa menyelenggarakan kegiatan pariwisata yang akhirnya nanti untuk kesejahteraan masyarakat.

“Diimbau masyaralat ngampet sik [menahan dulu untuk tidak menggelar atraksi wisata] khususnya pengeola wisata di pantai selatan. khusus lagi di Parangtritis agar suasana kondusif, kami Dinas Pariwisata punya komitmen jaga bersama, kami punya komitmen selalu menghidupkan teman-teman yang mencari rezeki tapi ngalah sedikit untuk ke depan lebih baik menurut saya jadi hal penting,” kata Kwintarto.