Begini Capaian Realisasi Investasi Sleman pada 2021

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menandatangani prasasti saat meresmikan Jembatan Kalimadu di Kapanewon Prambanan, Rabu (29/12/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
31 Desember 2021 08:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Meski angka kemiskinan dan pengangguran meningkat, realisasi investasi di Kabupaten Sleman justru melampaui target. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sleman mencatat hingga triwulan ketiga 2021 realisasi investasi yang ditanamkan di Bumi Sembada mencapai Rp1,7 triliun.

Jumlah ini melebihi nilai investasi yang ditargetkan pada 2021, yakni sebesar Rp556,4 miliar. Adapun sektor terbesar dalam realisasi investasi meliputi perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Pada 2022, Pemkab Sleman menargetkan nilai investasi sebesar Rp590,6 miliar.

Dari segi pembangunan fisik, pada 2022 mendatang ada dua proyek yang menjadi prioritas yakni pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, dan pembangunan Jembatan Merah di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok yang sudah cukup lama ditutup karena rusak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Taufiq Wahyudi mengatakan perbaikan Jembatan Merah akan menggunakan anggaran sebesar Rp6,5 miliar dan mulai dilelang pada Maret 2022. “Dokumen sudah siap, tanah sudah dibebaskan,” katanya saat ditemui, Rabu (29/12/2021).

Ia mengungkapkan perbaikan Jembatan Merah sempat molor karena persoalan pembebasan lahan. Jembatan ini nantinya bakal memiliki ukuran 9 X 22 meter, lebih lebar dari dimensi sebelumnya. Selain itu, perbaikan sejumlah jembatan kecil juga akan dilakukan.

Pada akhir 2021, Dinas PUPKP Sleman baru saja menyelesaikan pembangunan Jembatan Grembyangan yang menghubungkan Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, dan Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, sehingga diberi nama Jembatan Kalimadu yang merupakan gabungan nama dua kalurahan tersebut.

Pembangunan jembatan ini menghabiskan anggaran Rp21,1 miliar yang dikerjakan dalam dua tahap, yaitu pada Tahun Anggaran 2019 dan Tahun Anggaran 2021. Tahap pertama menggunakan anggaran Rp10,5 miliar dan tahap kedua Rp10,5 miliar.

Jembatan ini berdimensi 9 meter X 80 meter. Pembangunan akan diteruskan pada tahun depan dengan penyempurnaan jalan yang menghubungkan jembatan tersebut lantaran masih sempit. “Kami akan selesaikan sampai di jalan besar [utama],” katanya.