Angkat Perekonomian Warga, Hargobinangun Bangun Pasar Desa Sompilan

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat meresmikan Pasar Sompilan Hargobinangun, Kamis (6/1/2022). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
07 Januari 2022 10:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, mengoperasikan Pasar Desa Sompilan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pembangunan pasar yang dilakukan selama tiga tahun ini menggunakan alokasi dana desa.

Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito mengatakan Pasar Sompilan mulai dibangun pada 2018 dan selesai 2021. Biaya pembangunan pasar yang terdiri dari 12 unit kios tersebut dialokasikan dari dana desa sebesar Rp455 juta.  "Selain pedagangan di kios, nanti ada pedagang yang menjual produk lokal dari masing-masing padukuhan," kata Amin di sela-sela peresmian Pasar Sompilan, Kamis (6/1/2022).

Keberadaan pasar tersebut selain untuk masyarakat, juga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang ke Kaliurang. Pasar tersebut akan dilengkapi dengan Pusat Pelayanan  Informasi terkait dengan potensi wisata, UMKM dan potensi lainnya dari masing-masing padukuhan.

Selain menjadi area berjualan, kata Amin, pasar diramaikan dengan pameran UMKM. Saat ini tercatat ada 168 UMKM yang eksis di Hargobinangun. Mereka tergabung dalam wadah Forum Komunikasi UMKM Hargo Manunggal. "Kami berharap dengan keberadaan pasar ini, wisatawan juga tertarik datang sehingga perekonomian masyarakat bisa berjalan dengan baik," katanya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa berharap Pasar Sompilan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong laju perekonomian Hargobinangun yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. "Kami mengapresiasi Kalurahan Hargobinangun dan Kapanewon Pakem yang turut melestarikan keberadaan pasar tradisional," katanya.

Danang mengingatkan agar pasar tersebut dapat beroperasional dengan baik, baik pengelola maupun masyarakat dapat menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pasar tersebut. Ia juga mengajak agar warga gemar berbelanja ke pasar tradisional. "Belanja di pasar tradisional lebih asik. Bisa tawar-menawar harga, bisa saling sapa. Tetapi kebersihan, keamanan, dan kenyamanan harus tetap dijaga. Itu kuncinya," kata Danang.