Simak! Ini Langkah Mendampingi Anak 6-11 Tahun saat Vaksin

Narasumber memaparkan diskusi vaksinasi anak. - Youtube.
08 Januari 2022 12:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Vaksinasi anak usia 6-11 tahun saat ini masih berjalan. Orangtua perlu memberikan pendampingan saat pemberian vaksinasi Covid-19.

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan sebagai persiapan terhadap anak sebelum vaksinasi, orang tua perlu memberikan pemahaman kepada anak pentingnya vaksinasi. Kemudian dipastikan anak sudah sarapan sebelum berangkat, dari sisi pakaian disarankan untuk memakai baju yang nyaman dan longgar untuk mempermudah proses penyuntikan.

Sedangkan untuk anak-anak yang punya morbiditas, seperti jantung bawaan atau penyakit lain yang harus minum obat rutin. "Sebelumnya kita harus jaga mereka terkontrol dengan baik dan minum obat teratur. Sehingga waktu disuntik dalam kondisi sehat dan fit, tidak ada gejala,” katanya dalam rilis yang dikirim Bidang Media KPC PEN, Sabtu (8/1/2022).

Sri Rezeki menyarankan agar orang tua membawa catatan kesehatan anak, tujuannya agar saat skrining kesehatan dapat menjelaskan dan membantu petugas mendapatkan informasinya secara lengkap. Jika ada efek samping, akan diketahui pada 30 menit pertama, misalnya pusing, gatal, atau hal lainnya agar dapat diatasi dengan baik.

Baca juga: Omicron Menyebar di 144 Negara, Terbanyak di Inggris

"Kemudian selama tiga hari setelah dapat suntikan, anak harus diawasi, jika perlu, dapat juga melakukan konsultasi. Maka para petugas kesehatan juga harus siap sedia mengatasi kalau-kalau ada efek samping,” katanya.

Di sisi lain vaksinasi sekolah harus disiapkan dengan baik, terutama orang-orang dewasa di lingkungan sekolah harus dipastikan telah vaksin lengkap dan prokes tidak boleh ditinggalkan.

Dokter spesialis anak konsultan dalam bidang infeksi dan penyakit tropis ini mengatakan, sarana penunjang menghadapi potensi munculnya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), juga perlu diperhatikan. Seperti fasilitas oksigen, tempat berbaring kalau pusing, peralatan dan obat untuk emergency.

"Selain itu penjelasan kepada guru juga perlu ditegakkan untuk mengatur agar anak tidak berkerumun, supaya tidak terjadi klaster di sekolah. Misalnya, vaksinasi dilakukan bergiliran. Setelah disuntik, anak-anak juga sebaiknya diatur untuk langsung pulang " ujarnya.