Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Pengunjung bermain di kawasan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Jumat (14/5/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pariwisata Gunungkidul harus bekerja keras guna memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi tiket masuk wisata. Pasalnya, target PAD wisata di tahun ini mencapai Rp27 miliar, atau naik dua kali lebih dibanding capaian di 2021.
Perencanaan ini lebih besar dengan target maupun pencapaian di 2021 dengan total PAD kisaran Rp12 miliar. Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan target PAD wisata di tahun ini sudah ditetapkan, maka harus berusaha semaksimal mungkin guna memenuhi beban yang telah ditargetkan tersebut.
“Kami terus akan berusaha dan mudah-mudahan target bisa terpenuhi seperti di tahun lalu,” kata Aldian kepada wartawan, Minggu (9/1).
Meski demikian, ia mengakui tugas mencapai target PAD bukan hal yang mudah. Terlebih sekarang ini belum ada kepastian terkait dengan pandemi Covid-19. “Semua juga tergantung dengan situasi penyebaran virus Corona, ya kalau ada penutupan lagi, maka akan berpengaruh terhadap pendapatan yang masuk. Tapi, kami berharap semua normal sehingga pencapaian target bisa lebih optimal,” katanya.
Dia menambahkan sejumlah program telah dipersiapkan untuk mendukung dalam upaya pencapaian target PAD. Salah upaya dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki di setiap destinasi. Hal ini didukung dengan upaya pemasaran sehingga keberadaan destinasi di Gunungkidul bisa lebih dikenal masyarakat secara luas.
Selain itu, ada juga upaya pembinaan pegawai agar potensi kerawanan seperti kebocoran retribusi juga dapat ditekan. “Berbagai upaya akan kami lakukan agar target bisa terpenuhi di akhir tahun nanti,” ujarnya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Eko Ruswanto mengatakan ada kenaikan target PAD di tahun ini menjadi Rp27 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan target di 2021 sebesar Rp12 miliar.
Menurut dia, peningkatan ini bukan tanpa alasan karena sudah melalui kajian yang matang sehingga potensi dari PAD wisata dapat dioptimalkan. “Dewan sudah ada kajian dan mencapai Rp17 miliar tidak sulit dan bisa direalisasikan, apalagi kondisi pandemi juga semakin membaik,” kata Eko.
Anggota Fraksi Gerindra ini mengungkapkan, salah satu mencapai target ini dengan memaksimalkan fungsi pengawasan agar kebocoran retribusi masuk pariwisata dapat dicegah. Terlebih lagi, sambung dia, fenomena kedatangan wisatawan di tengah malam harus benar-benar diantisipasi agar pendapatan yang diperoleh bisa optimal.
Eko menambahkan, langkah lain dengan upaya pemerataan destinasi wisata. Ia tidak menampik kondisi wisata sekarang masih ada ketimpangan antara sektor utara dengan selatan atau kawasan pantai.
“Ini jadi pekerjaan yang harus diselesaikan Pemkab. Saya yakin kalau alternatif pilihan wisata semakin banyak, maka tingkat kedatangan kunjungan juga semakin tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.