114.528 Warga Gunungkidul Berpotensi Terdampak Kekeringan
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
Pengunjung bermain di kawasan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Jumat (14/5/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pariwisata Gunungkidul harus bekerja keras guna memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi tiket masuk wisata. Pasalnya, target PAD wisata di tahun ini mencapai Rp27 miliar, atau naik dua kali lebih dibanding capaian di 2021.
Perencanaan ini lebih besar dengan target maupun pencapaian di 2021 dengan total PAD kisaran Rp12 miliar. Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan target PAD wisata di tahun ini sudah ditetapkan, maka harus berusaha semaksimal mungkin guna memenuhi beban yang telah ditargetkan tersebut.
“Kami terus akan berusaha dan mudah-mudahan target bisa terpenuhi seperti di tahun lalu,” kata Aldian kepada wartawan, Minggu (9/1).
Meski demikian, ia mengakui tugas mencapai target PAD bukan hal yang mudah. Terlebih sekarang ini belum ada kepastian terkait dengan pandemi Covid-19. “Semua juga tergantung dengan situasi penyebaran virus Corona, ya kalau ada penutupan lagi, maka akan berpengaruh terhadap pendapatan yang masuk. Tapi, kami berharap semua normal sehingga pencapaian target bisa lebih optimal,” katanya.
Dia menambahkan sejumlah program telah dipersiapkan untuk mendukung dalam upaya pencapaian target PAD. Salah upaya dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki di setiap destinasi. Hal ini didukung dengan upaya pemasaran sehingga keberadaan destinasi di Gunungkidul bisa lebih dikenal masyarakat secara luas.
Selain itu, ada juga upaya pembinaan pegawai agar potensi kerawanan seperti kebocoran retribusi juga dapat ditekan. “Berbagai upaya akan kami lakukan agar target bisa terpenuhi di akhir tahun nanti,” ujarnya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Eko Ruswanto mengatakan ada kenaikan target PAD di tahun ini menjadi Rp27 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan target di 2021 sebesar Rp12 miliar.
Menurut dia, peningkatan ini bukan tanpa alasan karena sudah melalui kajian yang matang sehingga potensi dari PAD wisata dapat dioptimalkan. “Dewan sudah ada kajian dan mencapai Rp17 miliar tidak sulit dan bisa direalisasikan, apalagi kondisi pandemi juga semakin membaik,” kata Eko.
Anggota Fraksi Gerindra ini mengungkapkan, salah satu mencapai target ini dengan memaksimalkan fungsi pengawasan agar kebocoran retribusi masuk pariwisata dapat dicegah. Terlebih lagi, sambung dia, fenomena kedatangan wisatawan di tengah malam harus benar-benar diantisipasi agar pendapatan yang diperoleh bisa optimal.
Eko menambahkan, langkah lain dengan upaya pemerataan destinasi wisata. Ia tidak menampik kondisi wisata sekarang masih ada ketimpangan antara sektor utara dengan selatan atau kawasan pantai.
“Ini jadi pekerjaan yang harus diselesaikan Pemkab. Saya yakin kalau alternatif pilihan wisata semakin banyak, maka tingkat kedatangan kunjungan juga semakin tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
Rupiah melemah ke Rp17.948 per dolar AS di tengah penguatan dolar, ketegangan Timur Tengah, dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menggelar Festival Jamu Nusantara 2026 pada 16–17 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64
HP Rp1 jutaan untuk konten TikTok, Reels, dan Shorts. Simak keunggulan Redmi 13X, Galaxy A07, dan Vivo Y19s Pro.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) meraih penghargaan prestisius dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.