Hanya Satu Calon, Pendaftaran Pilur di Gunungkidul Akan Diperpanjang
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Sejumlah wahana permainan didirikan untuk melengkapi keberadaan destinasi wisata di Watu Gendong di Kalurahan Beji, Ngawen, Rabu (12/1/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim geologi di bawah koordinasi Georesearch Plosodoyong Field Camp menemukan bekas gunung api purba berupa jejak aliran lava 35 juta tahun lalu di situs Watu Gendong di Kalurahan Beji, Ngawen, Gunungkidul. Penelitian pun terus dilakukan untuk kepastian situs ini.
Koordinator Georesearch Plosodoyong Field Camp Priharjo Sanyoto mengatakan Situs Watu Gedong selama ini hanya berdasarkan cerita secara turun menurun. Kajian ilmiah pun dilakukan dengan melibatkan sejumlah peneliti dari berbagai wilayah seperti Sragen, Jawa Tengah hingga Aceh.
BACA JUGA: Resmi, Nglanggeran Gunungkidul Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia Versi PBB
Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat dalam upaya pengembangan potensi kewilayahan untuk wisata. Tim geologi hadir untuk meakukan kajian secara ilmiah berkaitan dengan asal usul lokasi dan tidak berdasarkan atas cerita di masyarakat.
“Penelitian sudah dimulai 2016, tapi sempat terhenti dan dilanjutkan sekarang ini,” kata Priharjo, Kamis (13/1/2022).
Penelitian ini memastikan jejak gunung api purba. Situs Watu Gedong menjadi salah satu peninggalan aliran piroklastik berupa struktur bebatuan.
Selain itu, ada juga peninggalan lain berupa lava berlapis yang berada di aliran sungai tak jauh dari situs yang sekarang dikembangkan menjadi destinasi wisata bagi masyarakat sekitar. Hasil kajian awal, gunung api purba pada masa oligosen ini berusia sekitar 35 juta tahun yang lalu.
“Penelitian masih berlangsung dan diperkirakan selesai di akhir Februari dan akan diketahui pasti informasi lengkap tentang gunung api purba ini yang dilengkapi dengan kajian secara ilmiah,” katanya.
BACA JUGA: Incaran saat Liburan, Ini 5 Tempat Wisata Berhawa Dingin di Jogja
Penelitian lanjutan juga untuk mengetahui secara pasti letak gunung api purba ini. “Masih proses. Yang jelas letak gunung ini pada waktu masih aktif berada didalam laut,” katanya.
Priharjo mengatakan Gunung Api Purba Nglanggeran masih dalam satu kawasan dan memiliki usia yang hampir sama dengan gunung api purba di Watu Gendong. Meski demikian, ia memastikan kedua gunung purba berdiri tersendiri. “Lokasinya mirip dengan Merapi dan Merbabu, tapi memiliki aktivitas vulkanologi sendiri-sendiri,” ujar dia.
Anggota DPRD Gunungkidul sekaligus tokoh masyarakat di Kalurahan Beji, Eko Ruswanto mengaku senang dengan temuan geologi tetang keberadaan gunung api purba di Situs Watu Gedong. Pasalnya, temuan ini bisa melengkapi upaya pengembangan wisata yang dirintis sejak beberapa tahun lalu.
“Lava purba berada di Sungai Nglotrok yang lokasinya tak jauh dari Watu Gedong,” katanya.
Eko menjelaskan, wisata yang dikembangkan di Kalurahan Beji berbasis budaya. Tahun ini, Beji menjadi salah satu kalurahan yang diajukan menjadi desa rintisan mandiri budaya ke Pemerintah DIY. “Konsepnya akan dipadukan dengan atraksi seni budaya. Namun dengan adanya situs gunung api purba, harapannya bisa semakin mengenalkan keberadaan wisata di Watu Gendong,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.