PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Sejumlah wahana permainan didirikan untuk melengkapi keberadaan destinasi wisata di Watu Gendong di Kalurahan Beji, Ngawen, Rabu (12/1/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim geologi di bawah koordinasi Georesearch Plosodoyong Field Camp menemukan bekas gunung api purba berupa jejak aliran lava 35 juta tahun lalu di situs Watu Gendong di Kalurahan Beji, Ngawen, Gunungkidul. Penelitian pun terus dilakukan untuk kepastian situs ini.
Koordinator Georesearch Plosodoyong Field Camp Priharjo Sanyoto mengatakan Situs Watu Gedong selama ini hanya berdasarkan cerita secara turun menurun. Kajian ilmiah pun dilakukan dengan melibatkan sejumlah peneliti dari berbagai wilayah seperti Sragen, Jawa Tengah hingga Aceh.
BACA JUGA: Resmi, Nglanggeran Gunungkidul Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia Versi PBB
Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat dalam upaya pengembangan potensi kewilayahan untuk wisata. Tim geologi hadir untuk meakukan kajian secara ilmiah berkaitan dengan asal usul lokasi dan tidak berdasarkan atas cerita di masyarakat.
“Penelitian sudah dimulai 2016, tapi sempat terhenti dan dilanjutkan sekarang ini,” kata Priharjo, Kamis (13/1/2022).
Penelitian ini memastikan jejak gunung api purba. Situs Watu Gedong menjadi salah satu peninggalan aliran piroklastik berupa struktur bebatuan.
Selain itu, ada juga peninggalan lain berupa lava berlapis yang berada di aliran sungai tak jauh dari situs yang sekarang dikembangkan menjadi destinasi wisata bagi masyarakat sekitar. Hasil kajian awal, gunung api purba pada masa oligosen ini berusia sekitar 35 juta tahun yang lalu.
“Penelitian masih berlangsung dan diperkirakan selesai di akhir Februari dan akan diketahui pasti informasi lengkap tentang gunung api purba ini yang dilengkapi dengan kajian secara ilmiah,” katanya.
BACA JUGA: Incaran saat Liburan, Ini 5 Tempat Wisata Berhawa Dingin di Jogja
Penelitian lanjutan juga untuk mengetahui secara pasti letak gunung api purba ini. “Masih proses. Yang jelas letak gunung ini pada waktu masih aktif berada didalam laut,” katanya.
Priharjo mengatakan Gunung Api Purba Nglanggeran masih dalam satu kawasan dan memiliki usia yang hampir sama dengan gunung api purba di Watu Gendong. Meski demikian, ia memastikan kedua gunung purba berdiri tersendiri. “Lokasinya mirip dengan Merapi dan Merbabu, tapi memiliki aktivitas vulkanologi sendiri-sendiri,” ujar dia.
Anggota DPRD Gunungkidul sekaligus tokoh masyarakat di Kalurahan Beji, Eko Ruswanto mengaku senang dengan temuan geologi tetang keberadaan gunung api purba di Situs Watu Gedong. Pasalnya, temuan ini bisa melengkapi upaya pengembangan wisata yang dirintis sejak beberapa tahun lalu.
“Lava purba berada di Sungai Nglotrok yang lokasinya tak jauh dari Watu Gedong,” katanya.
Eko menjelaskan, wisata yang dikembangkan di Kalurahan Beji berbasis budaya. Tahun ini, Beji menjadi salah satu kalurahan yang diajukan menjadi desa rintisan mandiri budaya ke Pemerintah DIY. “Konsepnya akan dipadukan dengan atraksi seni budaya. Namun dengan adanya situs gunung api purba, harapannya bisa semakin mengenalkan keberadaan wisata di Watu Gendong,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Puncak haji 2026 selesai, seluruh jemaah Indonesia tinggalkan Mina. Pemulangan dimulai 1 Juni secara bertahap hingga akhir bulan.
Kuota pendakian Gunung Merbabu via Gancik penuh. Ratusan pendaki gagal naik meski antre berjam-jam saat libur panjang.
Pelemahan rupiah jadi peluang emas pariwisata Indonesia. Wisatawan asing diprediksi meningkat dan tinggal lebih lama.
Iran klaim kontrol penuh Selat Hormuz. Ketegangan dengan AS meningkat, ancam jalur distribusi minyak dunia.
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.