Kepyakan Gotong Royong Digalakkan, Tradisi Sambatan Rewang Dipelihara
Kepyakan gotong royong terus digalakkan di Gunungkidul. Tradisi sambatan, rewang, nyumbang hingga layatan tetap dijaga sebagai budaya warga.
Mobil pengunjung saat melintas di jalur menuju Pantai Poktunggal di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus. Selasa (18/1/2021)/Harian Jogja David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya menjadikan destinasi wisata di Gunungkidul maju ke tingkat dunia. Meski demikian, masih banyak yang harus diperbaiki, salah satunya menyangkut akses ke destinasi yang masih banyak dikeluhkan pengunjung.
Salah satunya disuarakan oleh Kentut Hariyanto, pengunjung asal Wonogiri, Jawa Tengah. Menurut dia, destinasi pantai di Gunungkidul memiliki pemandangan yang indah dan lokasi pilihannya sangat banyak.
Meski demikian, keberadaan destinasi harus didukung infrastruktur pendukung yang memadai. Hal inilah yang dirasa masih kurang karena banyak kondisi jalan menuju wisata yang membutuhkan perbaikan.
Kentut mencontohkan, akses menuju Pantai Poktunggal di Kalurahan Tepus, Tepus. Sepintas pada masuk menuju jalur ini, kondisi jalan sudah diaspal dengan baik. Hanya saja, kondisi tersebut belum menggambarkan keseluruhan jalur karena pengaspalan berhenti di tengah jalan.
“Jadi memang belum semua di aspal. Kondisinya cor blok dan sudah banyak yang rusak,” katanya, Selasa (18/1/2021).
Menurut dia, upaya perbaikan harus dilakukan sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang. Hal ini pun dianggap suatu yang wajar, terlebih lagi di jalur utama sebelum masuk wisata juga dibangun jalan berskala nasional.
“Mudah-mudahan jalan rusak menuju destinasi bisa diperbaiki,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota DPRD Gunungkidul, Sumaryanta. Menurut dia, bupati sudah menetapkan program menjadikan wisata Gunungkidul kelas dunia.
Secara prinsip, ia mendukung program ini, tapi harus dibarengi dengan sarana prasarana yang memadai. Salah satunya infrastruktur jalan yang bagus untuk keluar masuk wisatawan.
“Tidak usah jauh-jauh ke lokasi pantai yang terpencil. Di Pantai Sepanjang yang lokasinya berada di gugusan destinasi pantai unggulan Gunungkidul masih ada yang rusak,” kata.
Sumaryanta mengakui sudah berusaha mengusulkan perbaikan jalan menuju Pantai Sepanjang, namun hingga sekarang belum terealisasi. “Ya kalau didata masih banyak jalur wisata yang rusak dan ini menjadi tugas dari pemkab kalau benar ingin menjadikan wisata Gunungkidul ke tingkat dunia,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gununungkidul, Wadiyana saat dikonfirmasi mengakui bahwa perbaikan jalan merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Meski demikian, pelaksanaan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas.
Dia mencontohkan perbaikan jalur wisata di tahun ini baru dilakukan dari Kalurahan Banajerejo, Tanjungsari menuju Pantai Drini. Total ruas yang diperbaiki sepanjang 1,1 kilometer dengan pagu anggaran sebesar Rp3 miliar. “Sudah dimasukan di APBD 2022 dan anggaran perbaikan menggunakan Dana Alokasi Khusus dari Pemerintah Pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepyakan gotong royong terus digalakkan di Gunungkidul. Tradisi sambatan, rewang, nyumbang hingga layatan tetap dijaga sebagai budaya warga.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.
Job Fair Jogja 2026 hadirkan 1.671 lowongan dari 43 perusahaan. Pemda DIY dorong generasi muda siap kerja global.
UGM temukan anomali bawah tanah di lokasi api misterius Sleman. Diduga terkait gas dan rekahan geologi.
GAC mulai produksi AirCab, pesawat listrik tanpa pilot seharga Rp4,5 miliar. Disiapkan untuk wisata udara premium.