Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Mobil pengunjung saat melintas di jalur menuju Pantai Poktunggal di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus. Selasa (18/1/2021)/Harian Jogja David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya menjadikan destinasi wisata di Gunungkidul maju ke tingkat dunia. Meski demikian, masih banyak yang harus diperbaiki, salah satunya menyangkut akses ke destinasi yang masih banyak dikeluhkan pengunjung.
Salah satunya disuarakan oleh Kentut Hariyanto, pengunjung asal Wonogiri, Jawa Tengah. Menurut dia, destinasi pantai di Gunungkidul memiliki pemandangan yang indah dan lokasi pilihannya sangat banyak.
Meski demikian, keberadaan destinasi harus didukung infrastruktur pendukung yang memadai. Hal inilah yang dirasa masih kurang karena banyak kondisi jalan menuju wisata yang membutuhkan perbaikan.
Kentut mencontohkan, akses menuju Pantai Poktunggal di Kalurahan Tepus, Tepus. Sepintas pada masuk menuju jalur ini, kondisi jalan sudah diaspal dengan baik. Hanya saja, kondisi tersebut belum menggambarkan keseluruhan jalur karena pengaspalan berhenti di tengah jalan.
“Jadi memang belum semua di aspal. Kondisinya cor blok dan sudah banyak yang rusak,” katanya, Selasa (18/1/2021).
Menurut dia, upaya perbaikan harus dilakukan sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang. Hal ini pun dianggap suatu yang wajar, terlebih lagi di jalur utama sebelum masuk wisata juga dibangun jalan berskala nasional.
“Mudah-mudahan jalan rusak menuju destinasi bisa diperbaiki,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota DPRD Gunungkidul, Sumaryanta. Menurut dia, bupati sudah menetapkan program menjadikan wisata Gunungkidul kelas dunia.
Secara prinsip, ia mendukung program ini, tapi harus dibarengi dengan sarana prasarana yang memadai. Salah satunya infrastruktur jalan yang bagus untuk keluar masuk wisatawan.
“Tidak usah jauh-jauh ke lokasi pantai yang terpencil. Di Pantai Sepanjang yang lokasinya berada di gugusan destinasi pantai unggulan Gunungkidul masih ada yang rusak,” kata.
Sumaryanta mengakui sudah berusaha mengusulkan perbaikan jalan menuju Pantai Sepanjang, namun hingga sekarang belum terealisasi. “Ya kalau didata masih banyak jalur wisata yang rusak dan ini menjadi tugas dari pemkab kalau benar ingin menjadikan wisata Gunungkidul ke tingkat dunia,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gununungkidul, Wadiyana saat dikonfirmasi mengakui bahwa perbaikan jalan merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Meski demikian, pelaksanaan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas.
Dia mencontohkan perbaikan jalur wisata di tahun ini baru dilakukan dari Kalurahan Banajerejo, Tanjungsari menuju Pantai Drini. Total ruas yang diperbaiki sepanjang 1,1 kilometer dengan pagu anggaran sebesar Rp3 miliar. “Sudah dimasukan di APBD 2022 dan anggaran perbaikan menggunakan Dana Alokasi Khusus dari Pemerintah Pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.