Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 31 Mei, Tarif Rp8.000 dan 15 Perjalanan
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Para anggota Tim Ad Hoc DPW Partai Ummat DIY saat memberikan keterangan terkait perekrutan Bacaleh, Selasa (25/1/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Partai Ummat DIY yang juga besutan politikus senior Amien Rais secara resmi mengumumkan pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk Pemilihan Legislatif 2024 mendatang. Partai ini menegaskan pendaftaran dilakukan tanpa mahar politik alias gratis.
Ketua Tim Ad Hoc DPW Partai Ummat DIY Iriawan Argo Widodo menegaskan Partai Ummat resmi memulai seleksi untuk bacaleg dengan membuka pendaftaran. Berbagai elemen masyarakat bisa bergabung menjadi Caleg dengan tanpa mahar.
"Untuk pendaftaran Bacaleg ini tanpa mahar alias gratis. Kemudian untuk sosialisasi dan menjalankan program tentu dari calon masing-masing," katanya di Kantor DPW Partai Ummat DIY, Selasa (25/1/2022).
Ia menambahkan para pendaftar tidak serta merta langsung diterima. Melainkan harus melalui seleksi dan memenuhi sejumlah syarat internal. Terutama berkaitan dengan kesamaan pandangan politik hingga visi dan misi partai. Menurutnya sudah banyak kader internal yang akan menjadi caleg terutama dari kalangan pengurus.
Partai Ummat DIY menargetkan ada satu caleg yang lolos ke parlemen untuk setiap daerah pemilihan. Gerilya melakukan perekrutan pun dimulai lebih awal.
Baca juga: Partai Ummat: Kami Mendapat Banyak Dukungan dari Warga Muhammadiyah di DIY
"Selain kami sampaikan ke masyarakat, kami lakukan pendekatan khusus terhadap beberapa tokoh yang memiliki potensi menjadi bacaleg dari Partai Ummat," ucapnya.
Ketua Divisi Rekruitmen Bacaleg DPW Partai Ummat DIY Arnabun menyatakan persentase 30% dari kalangan perempuan menjadi pertimbangan utama dalam perekrutan Caleg di Partai Ummat. Sehingga akan ada banyak perempuan yang berpeluang menjadi caleg bahkan mendapatkan kursi dari Umnat. Syaratnya, kata dia, tidak hanya bermodal cantik, namun juga harus memiliki intelektualitas serta memahami persoalan di dapilnya.
"Intelektual itu bukan berarti harus S1 atau S2 pendidikannya, tetapi mampu memahami persoalan di dapilnya agar keterwakilan perempuan tidak hanya pelengkap tetapi bisa menyuarakan apa yang jadi kepentingan di dapil," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Menteri PKP Maruarar Sirait ungkap lonjakan KUR perumahan dan bedah rumah di Jogja. Permintaan meningkat drastis hingga 10 kali lipat.
Kejagung memastikan motor listrik dalam kasus korupsi MBG tidak disita. Penyidik hanya ambil sampel meski ada dugaan mark up.
KPK mengungkap kasus pemerasan izin tinggal WNA sejak 2022–2026. Wamen Silmy Karim dan sejumlah pejabat Imigrasi jadi tersangka.
Proyek PSEL Semarang Rp3 triliun diminati 85 investor. Sampah diolah jadi listrik, dorong ekonomi hijau dan investasi.
Kejagung terus menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus korupsi program MBG 2025–2026 di BGN. Tiga mantan pejabat telah jadi tersangka.