AC Milan Kalahkan Udinese 2-0, Rekor Tak Terkalahkan Berlanjut
AC Milan menang 2-0 atas Udinese lewat gol Christian Pulisic dan Omari Hutchinson. Rossoneri mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A.
Kepala Kanwil Kemenag DIY Masmin Afif. / Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DIY mengungkap masih adanya sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) yang belum mengantongi izin resmi dari pemerintah. Lembaga zakat jenis ini disarankan untuk tidak beroperasi lebih dahulu atau bergabung dengan LAZ yang memiliki izin.
Kepala Kanwil Kemenag DIY Masmin Afif menjelaskan proses pemberian izin terhadap LAZ akan dilakukan lebih selektif sesuai peraturan perundangan. Saat ini masih ada sejumlah lembaga zakat di DIY yang belum memiliki izin. Ia berharap semua lembaga zakat segera melakukan kewajibannya mengurus SK izin operasional sesuai dengan regulasi yang ada. Aturan mengamanahkan pengelolaan harta umat harus memiliki surat keputusan sebagai pegangan operasional.
“Tercatat ada dua LAZ yang belum mengurus izin pusat dan SK Perwakilan. Karena belum ada SK jadi belum boleh beroperasi [menghimpun dana umat], karena menghimpun zakatnya umat, maka pengelolaan harus sesuai dengan regulasi,” katanya di sela-sela Workshop Penyusunan Laporan Keuangan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan), Kamis (27/1/2022).
Masmin menegaskan izin operasional harus dipenuhi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sebuah lembaga zakat dalam mengelola dana umat. Mengingat potensi zakat di DIY mencapai Rp2 triliun dan baru bisa diambil sekitar Rp139 miliar. Hal ini menjadi tantangan bagi LAZ, BAZ dan Kemenag untuk memaksimalkan pengelolaan untuk mendekati angka potensial tersebut. Jika potensi Rp2 triliun itu bisa lebih banyak dimaksimalkan akan dapat membantu pemerintah daerah terutama dalam memberikan bantuan kepada keluarga miskin.
“Pemanfaatan zakat lebih banyak untuk meningkatkan ekonomi umat, tidak hanya diberikan dalam bentuk uang langsung habis tetapi juga berbentuk pelatihan agar penerima zakat bisa bermanfaat untuk kehidupannya,” ucapnya.
Baca juga: Baznas Kota Jogja Sinergikan Pengelolaan Dana ZIS
Ketua Forum Lembaga Zakat DIY Warnitis mengatakan dari total 30 LAZ di DIY, saat ini baru 20 yang memiliki izin resmi. Sisanya masih dalam proses perpanjangan izin serta tahap pengumpulan berkas untuk mengurus izin awal seperti dua LAZ tersebut di atas. LAZ yang belum memiliki izin direkomendasikan untuk bekerja sama dengan yang sudah memiliki izin sehingga pengelolaan dana masyarakat bisa dipantau sesuai regulasi perundangan.
“Peluang [penyelewengan] itu bisa jadi ada, maka dari forum dan Kemenag bersama memonitor dan membina agar amanat masyarakat itu bisa ditunaikan ke warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Melalui Forum Zakat para pengurus akan melakukan pendampingan kepada LAZ yang belum mengantongi izin untuk melakukan langkah pengurusan guna mendapatkan legalitas. Sedangkan LAZ yang sudah berizin juga dipantai agar selalu mengurus perpanjangan agar dapat beroperasi sesuai relnya. “Ini menjadi motivasi untuk tertib dan berjalan sesuai peraturan yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AC Milan menang 2-0 atas Udinese lewat gol Christian Pulisic dan Omari Hutchinson. Rossoneri mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A.
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.