Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Warga membuat lubang untuk mengubur sapi milik Tri Benu, warga Dusun Garotan, Desa Bendung, Semin, yang ditemukan mati pada Minggu (16/2/2020) pagi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kasus dugaan penyakit antraks kembali ditemukan di Gunungkidul. Kejadian itu bermula dari adanya sapi mati yang dagingnya dikonsumsi warga.
Sepuluh warga di Kalurahan Hargmulyo, Gedangsari mengalami penyakit mirip gejala antraks.
Lurah Hargomulyo, Sumaryanta menyatakan dugaan ini muncul karena ada puluhan warga yang mengonsumsi sapi berpenyakit.
Dia menjelaskan, peristiwa ini bermula adanya sapi milik salah seorang warga yang mati secara mendadak pada Kamis (19/1/2022). Sebanyak 65 orang iuran masing-masing Rp100.000 untuk kemudian diserahkan kepada pemilik sapi, sebagai ganti rugi.
BACA JUGA: Sultan: Omicron Kemungkinan Sudah Masuk DIY, Minta Tes WGS Dipercepat
Selanjutnya, daging sapi tersebut dibagikan kepada warga yang ikut iuran. “Itilahnya dibrandu. Yakni, memberikan sejumlah uang kepada pemilik sebagai pengganti, kemudian daging sapi dibagikan ke warga yang ikut iuran,” kata Sumaryanta, Jumat (28/1/2022).
Menurut dia, ada 30 warga yang telah mengonsumsi daging sapi ini. Dari jumlah tersebut sepuluh orang mengalami gejala seperti penyakit antraks mulai dari meriang hingga bagian tangan melepuh karena luka. “Sudah diberikan penanganan dan sudah diambil sampel untuk kepastian penyakit yang diderita,” katanya.
Selain pengambilan sampel untuk uji laboratorium, sisa daging yang belum diolah juga sudah dimusnahkan dengan cara dibakar. “Kami berharap kepada warga yang mengalami gejala segera ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul, Retno Widyastuti membenarkan adanya dugaan antraks di Kapanewon Gedangsari. Meski demikian, hingga saat ini sudah dilakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium. “Hasil pengujian sampel belum keluar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Setir mobil terasa berat saat parkir bisa disebabkan power steering, rack steer, fluida, hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan tanda-tandanya.
Manchester City dilaporkan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan aturan finansial Liga Primer. Sanksi dan proses banding masih menunggu.
Banjir meluas di Bangkok setelah hujan hampir 300 mm. Seluruh 50 distrik dinyatakan zona bencana, sementara hujan lebat masih berpotensi hingga 27 September.
Tata Aeris resmi meluncur di India mulai Rp90 jutaan. Sedan penerus Tigor ini punya kamera 360 derajat, 6 airbag, layar 10,25 inci, dan mesin CNG.