Advertisement

Sultan: Omicron Kemungkinan Sudah Masuk DIY, Minta Tes WGS Dipercepat

Sunartono
Jum'at, 28 Januari 2022 - 15:57 WIB
Bhekti Suryani
Sultan: Omicron Kemungkinan Sudah Masuk DIY, Minta Tes WGS Dipercepat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan hingga Jumat (28/1/2022) belum menerima laporan hasil laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) terkait sampel dugaan Covid-19 varian Omicron. Sultan menyebut kemungkinan omicron sudah masuk DIY, tetapi ia belum dapat memastikan karena belum ada laporan hasil WGS.

“Ya mungkin ya [omicron sudah masuk DIY] tetapi saya belum dapat report [laporan], karena memang perlu waktu. Saya belum ada report [laporan] resmi, saya belum berani mengatakan kalau masalah itu [omicron sudah masuk DIY]. Tetapi kalau hanya kemungkinan [adanya omicron] itu bisa saja,” kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Jumat (28/1/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

HB X menyinggung soal sebelumnya pernah ada warga Cilacap yang ternyata positif omicron kemudian tiba di DIY. “Di laboratorium yang resmi saya belum mendapatkan, saya tidak berani mengatakan pasti, gitu saja, tetapi kalau kemungkinan [omicron sudah masuk DIY] bisa saja, karena kemarin yang awal yang [positif omicron] dari Cilacap [saat ke DIY],” ucapnya.

BACA JUGA: Wali Kota Magelang Bantu Perbaiki Rumah Warga yang Rusak Tertimpa Longsor

Sultan meminta agar pemeriksaan WGS bisa dipercepat sehingga segera mendapatkan kejelasan. Mengingat ada tren kasus Covid-19 di DIY yang terus merangkak naik. Jika kasus itu diakibatkan klaster, menurutnya masih bisa diantisipasi, tetapi melihat dari model peningkatan tanpa klaster, maka harus diwaspadai.

“Saya juga minta secepat mungkin [hasil WGS] soalnya kami kan juga butuh kejelasan [omicron atau tidak], karena memang kecenderungan dari yang biasanya 2 [kasus], 3 [kasus], 10 [kasus], terus 12 [kasus] lalu jadi 25 [kasus] harus diantisipasi, kalau tidak ada klaster berarti itu kasusnya memang naik,” jelas Sultan.

Raja Ngayogyakarta ini menyadari proses laboratorium WGS sampai mendapatkan hasil butuh proses panjang. “Itu tergantung, masalahnya ini kan tidak cukup seperti kemarin [saat delta], harus punya spesifikasi dua tiga kali proses, ini yang jadi agak lama, tidak seperti kemarin,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemerintah Akan Rampungkan 30 Proyek Strategis Nasional Rp360 Triliun Tahun Ini

News
| Selasa, 31 Januari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Cacing-cacing di Terowongan Terbengkalai Ini Memancarkan Cahaya Biru di Malam Hari

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement