Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kasus dugaan penyakit antraks kembali ditemukan di Gunungkidul. Berulangnya kejadian ini ditengarai karena sebuah tradisi di masyarakat yang dinamai tradisi Brandu.
Yakni tradisi memberikan iuran uang ke pemilik sapi mati sebagai ganti rugi, lalu daging sapi dibagi-bagikan ke pemberi iuran.
Diberitakan sebelumnya sepuluh warga di Kalurahan Hargmulyo, Gedangsari mengalami penyakit mirip gejala antraks.
Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, sudah mendapatkan laporan terkait dugaan penyebaran antraks di Kapanewon Gedangsari dari dinas peternakan dan kesehatan hewan.
Tindak lanjut laporan ini dilakukan upaya penanggulangan secara bersama-sama sesuai dengan ketugasan yang dimiliki. “Untuk kepastian kasus juga sudah diambil sampel mulai dari darah warga, tanah hingga contoh daging yang masih tersisa,” katanya.
Menurut Azis, upaya dinas kesehatan untuk penangan juga sudah memberikan obat-obatan kepada warga yang bergejala. Selain itu, juga sudah dilakukan pelacakan kasus untuk mengurangi risiko penyebaran yang lebih luas. “Memang untuk kepastian masih menunggu hasil uji laboratorium. Tapi, upaya penanggulangan juga sudah dilakukan,” katanya, Jumat (28/1/2022).
BACA JUGA: Menteri Kelautan dan Perikanan Pungut Sampah di Pantai Parangkusumo
Ditambahkan dia, munculnya kasus antraks di Gunungkidul sudah beberapa kali terjadi mulai dari Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo dan Gombang, Kapanewon Ponjong. Azis mengungkapkan, dugaan kasus di Hargomulyo hampir sama dengan penyebaran di Kalurahan Gombang. Yakni, adanya tradisi brandu yang masih berkembang di masyarakat.
“Kasus di Gedangsari bermula adanya sapi yang mati mendadak. Kemudian, daging dari hewan ini dibagi-bagikan ke masyarakat,” katanya.
Menurut dia, tradisi brandu sangat berbahaya karena berpotensi menularkan penyakit hewan ke manusia. “Seharusnya hewan mati mendadak harus dikubur dan bukan dibagi-bagikan ke warga. Dalam agama juga sudah jelas, ada larangan memakan bangkai hewan,” katanya.
Lurah Hargomulyo, Sumaryanta membenarkan adanya dugaan warga di wilayahnya terjangkit antraks. Dugaan ini muncul karena ada puluhan warga yang mengkonsumsi sapi yang berpenyakit.
Dia menjelaskan, peristiwa ini bermula adanya sapi milik salah seorang warga yang mati secara mendadak pada Kamis (19/1/2022). Sebanyak 65 orang iuran masing-masing Rp100.000 untuk kemudian diserahkan kepada pemilik sapi, sebagai ganti rugi.
Selanjutnya, daging sapi tersebut dibagikan kepada warga yang ikut iuran. “Itilahnya dibrandu. Yakni, memberikan sejumlah uang kepada pemilik [pemilik sapi] sebagai pengganti, kemudian daging sapi dibagikan ke warga yang ikut iuran,” kata Sumaryanta, Jumat (28/1/2022).
Menurut dia, ada 30 warga yang telah mengkonsumsi daging sapi ini. Dari jumlah tersebut sepuluh orang mengalami gejala seperti penyakit antraks mulai dari meriang hingga bagian tangan melepuh karena luka. “Sudah diberikan penanganan dan sudah diambil sampel untuk kepastian penyakit yang diderita,” katanya.
Selain pengambilan sampel untuk uji laboratorium, sisa daging yang belum diolah juga sudah dimusnahkan dengan cara dibakar. “Kami berharap kepada warga yang mengalami gejala segera ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul, Retno Widyastuti membenarkan adanya dugaan antraks di Kapanewon Gedangsari. Meski demikian, hingga saat ini sudah dilakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium. “Hasil pengujian sampel belum keluar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Jalan Solok-Padang di Arosuka tertutup material banjir bandang. Pengendara sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif via Padang Panjang.
Pameran arsip UIN Sunan Kalijaga menelusuri jejak PTAIN 1951–1961, dari foto hingga dokumen Pakualaman.
Cole Palmer, Marcus Rashford, dan Declan Rice absen dari timnas Inggris di Nations League karena kebugaran dan cedera.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Nicolas Batum mengumumkan pensiun setelah 18 musim di NBA. Ia menutup karier dengan 11.553 poin dan dua medali perak Olimpiade.