Pilur Serentak Rampung, Pemkab Gunungkidul Siapkan SK Lurah Terpilih
Pemkab Gunungkidul memproses SK pelantikan 31 lurah terpilih hasil pilur serentak. Pelantikan dijadwalkan pada 27 November 2026.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sepuluh warga di Kalurahan Hargmulyo, Gedangsari, Gunungkidul mengalami penyakit mirip gejala antraks. Guna kepastian penyakit ini, warga yang bergejala telah diambil sampel untuk diuji di laboratorium.
Lurah Hargomulyo, Sumaryanta membenarkan dugaan warga di wilayahnya terjangkit antraks. Dugaan ini muncul karena ada puluhan warga yang mengkonsumsi sapi yang berpenyakit.
Dia menjelaskan, peristiwa dugaan penyakit antraks ini bermula adanya sapi milik salah seorang warga yang mati secara mendadak pada Kamis (19/1/2022). Sebanyak 65 orang iuran masing-masing Rp100.000 untuk kemudian diberikan diserahkan kepada pemilik sapi, sebagai ganti rugi.
Selanjutnya, daging sapi tersebut dibagikan kepada warga yang ikut iuran. “Itilahnya dibrandu. Yakni, memberikan sejumlah uang kepada pemilik sebagai pengganti, kemudian daging sapi dibagikan ke warga yang ikut iuran,” kata Sumaryanta, Jumat (28/1/2022).
Menurut dia, ada 30 warga yang telah mengkonsumsi daging sapi ini. Dari jumlah tersebut sepuluh orang mengalami gejala seperti penyakit antraks mulai dari meriang hingga bagian tangan melepuh karena luka. “Sudah diberikan penanganan dan sudah diambil sampel untuk kepastian penyakit yang diderita,” katanya.
BACA JUGA: Wali Kota Magelang Bantu Perbaiki Rumah Warga yang Rusak Tertimpa Longsor
Selain pengambilan sampel untuk uji laboratorium, sisa daging yang belum diolah juga sudah dimusnahkan dengan cara dibakar. “Kami berharap kepada warga yang mengalami gejala segera ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul, Retno Widyastuti membenarkan adanya dugaan antraks di Kapanewon Gedangsari. Meski demikian, hingga saat ini sudah dilakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium. “Hasil pengujian sampel belum keluar,” katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, sudah mendapatkan laporan terkait dugaan penyebaran antraks di Kapanewon Gedangsari dari dinas peternakan dan kesehatan hewan. Tindaklanjut laporan ini dilakukan upaya penanggulangan secara bersama-sama sesuai dengan ketugasan yang dimiliki. “Untuk kepastian kasus juga sudah diambil sampel mulai dari darah warga, tanah hingga contoh daging yang masih tersisa,” katanya.
Menurut Azis, upaya dinas kesehatan untuk penangan juga sudah memberikan obat-obatan kepada warga yang bergejala. Selain itu, juga sudah dilakukan pelacakan kasus untuk mengurangi risiko penyebaran yang lebih luas. “Memang untuk kepastian masih menunggu hasil uji laboratorium. Tapi, upaya penanggulangan juga sudah dilakukan,” katanya.
Ditambahkan dia, munculnya kasus antraks di Gunungkidul sudah beberapa kali terjadi mulai dari Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo dan Gombang, Kapanewon Ponjong. Azis mengungkapkan, dugaan kasus di Hargomulyo hampir sama dengan penyebaran di Kalurahan Gombang. Yakni, adanya tradisi brandu yang masih berkembang di masyarakat.
“Kasus di Gedangsari bermula adanya sapi yang mati mendadak. Kemudian, daging dari hewan ini dibagi-bagikan ke masyarakat,” katanya.
Menurut dia, tradisi brandu sangat berbahaya karena berpotensi menularkan penyakit hewan ke manusia. “Seharusnya hewan mati mendadak harus dikubur dan bukan dibagi-bagikan ke warga. Dalam agama juga sudah jelas, ada larangan memakan bangkai hewan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memproses SK pelantikan 31 lurah terpilih hasil pilur serentak. Pelantikan dijadwalkan pada 27 November 2026.
PAD Bantul mencapai Rp611,43 miliar atau 80,95% per 20 Oktober 2026. Pemkab mengandalkan program penghapusan denda PBB-P2.
Bupati nonaktif Pati Sudewa divonis 8,5 tahun penjara dalam kasus korupsi DJKA dan pemerasan pengisian perangkat desa.
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Prabowo menyinggung pembagian peran menteri dan evaluasi kabinet. Namun, Presiden belum mengumumkan rencana reshuffle Kabinet Merah Putih.
Stunting Sleman turun menjadi 4,04% pada 2026. Pemkab meluncurkan Satu Data Stunting dan Mata Hati untuk memperkuat penanganan.