Advertisement

Satu Pasien Covid-19 di Gunungkidul Meninggal Dunia

David Kurniawan
Selasa, 01 Februari 2022 - 16:17 WIB
Bhekti Suryani
Satu Pasien Covid-19 di Gunungkidul Meninggal Dunia Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kematian akibat virus Corona di Gunungkidul bertambah satu kasus pada Selasa (1/2/2022). Total hingga sekarang warga yang meninggal dunia mencapai akibat Covid-19 1.034 kasus.

Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul pada Selasa ada empat tambahan kasus positif baru. Adapun rinciannya, tiga pasien berasal dari Kapanewon Wonosari. Sedangkan satu kasus lagi merupakan pasien positif yang juga dinyatakan meninggal dunia dari Kapanewon Purwosari.

Adanya tambahan kasus ini, maka warga positif Covid-19 di Gunungkidul berjumlah 18.014 orang. Sebanyak, 16.974 pasien sudah dinyatakan sembuh, enam orang masih menjalani perawatan dan 1.034 orang meningal dunia karena corona.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, satu pasien corona dinyatakan meninggal dunia. Adapun penambahan kasus pada Selasa berasal dari pelaku perjalanan.

BACA JUGA: Edy Mulyadi Tersangka Ujaran 'Jin Buang Anak' Diancam 10 Tahun Penjara

“Untuk yang meninggal masih dalam proses tracing. Yang jelas, pasien juga memiliki penyakit penyerta,” kata Dewi, Selasa sore.

Ia berharap kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Tidak boleh abai karena salah satu pencegahan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Meski penularan masih terkendali, namun ada potensi lonjakan gelombang ketiga virus corona. Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan, sudah ada instruksi dari Gubernur DIY terkait antisipasi lonjakan kasus baru.

“Salah satunya menyiapkan lokasi untuk isolasi terpusat. Ini tidak ada masalah karena beberapa kali sudah menjadikan Wisma Wanagama di Playen sebagai karantina terpadu,” katanya.

Selain mempersiapkan lokasi tempat perawatan, Drajad mengakui juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti obat-obatan untuk penanganan pasien karena ada yang menjalani isolasi mandiri. “Semua harus dipersiapkan sehingga persediaan yang dimiliki mencukupi,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

TRAGEDI KANJURUHAN: Lakukan Investigasi, Kapolri Dalami Prosedur Pemakaian Gas Air Mata

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement