Advertisement

Sudah 60 Orang Terpapar Covid-19 dari Klaster Sekolah Islam di Sleman

Abdul Hamied Razak
Rabu, 02 Februari 2022 - 20:47 WIB
Bhekti Suryani
Sudah 60 Orang Terpapar Covid-19 dari Klaster Sekolah Islam di Sleman Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Kasus harian Covid-19 di wilayah Sleman terus merangkak naik. Pemkab pun mulai menyiapkan langkah antisipatif baik di bidang pendidikan maupun kesehatan. Bahkan klaster Covid-19 di sebuah sekolah Islam di Sleman sudah menginfeksi 60 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama mengatakan meluasnya penularan Covid-19 dari klaster sekolah swasta Islam di Pogung Lor, Sinduadi, Mlati diharapkan tidak terjadi lagi. Saat ini, jumlah warga sekolah tersebut yang terpapar Covid-19 sudah mencapai 60 kasus. "Mudah-mudahan ini yang terakhir dan kami lakukan (mereka yang positif dikirim) ke Isoter Asrama Haji," katanya, Rabu (2/2/2022).

Dia mengatakan, kasus tersebut diawali dari siswa yang secara mandiri melakukan swab yang hasilnya positif Covid-19. Kemudian Dinkes melakukan tracing ke siswa satu kelas lainnya dan didapatkan empat siswa lainnya yang positif. Tracing diperluas hingga satu sekolah yang hasilnya ditemukan 40 kasus.

BACA JUGA: Rindu Lewat Jembatan Merah? Ada Kabar Baik untuk Anda

Dinkes sudah melakukan tracing kepada lebih dari 350 orang dari klaster ini. Baik antar siswa, guru, karyawan hingga keluarga siswa. "Tracing tidak berhenti di kelas tersebut, kami lanjutkan ke karyawan dan keluarga. Yang ditracing cukup banyak. Ya hasilnya 60 kasus tersebut," kata Cahya.

Selain temuan di sekolah swasta Islam tersebut, Cahya mengatakan terdapat salah satu siswa SMA lainnya yang positif di wilayah Depok. Saat ini proses PTM di sekolah dihentikan sementara hingga 14 hari ke depan. "Tapi itu hanya satu siswa. Begitu kontak erat di kelas kami lakukan tracing, ada 30 orang dan hasilnya negatif semua," katanya.

Cahya mengatakan, secara nasional terjadi peningkatan kasus Covid-19 terutama di Jawa-Bali. Ia mengingatkan agar warga yang terpapar Covid-19 terutama yang bergejala ringan untuk dirawat di Isoter agar kasus tidak berkembang. Dia khawatir, mereka yang OTG (orang tanpa gejala) jika melakukan isolasi mandiri (Isoman) dapat menulari orang lain sehingga penularan semakin banyak.

"Kalau yang bergejala sedang dan berat, tentu oleh faskes akan dirawat di rumah sakit. Kami berharap masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Cahya mengatakan, ruang Isoter di Sleman masih mencukupi. Dinkes juga sudah menambah tenaga kesehatan di isoter sejak terjadi penambahan kasus. Baik di Asrama Haji maupun Rusun Gemawang. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah pengelola Isoter sebelumnya seperti RSA, UII, UC, kami kontak untuk bersiap-siap kalau terjadi lonjakan kasus seperti di Jakarta," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemkot Magelang Berikan Proteksi Praktik Dokter

News
| Jum'at, 30 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement