Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Tumpukan ban bekas di sekitar Bukit Bego, Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Selasa (8/2/2022). Ban-ban bekas tersebut dipasang di sepanjang tebing Bukit Bego untuk mengurangi risiko kematian akibat kecelakaan./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan Bantul berencana membuat jalur penyelamatan di Jalan Imogiri Mangunan di sekitar Bukit Bego, Dusun Kedungbuweng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, menyusul kecelakaan maut yang menewaskan 13 orang, Minggu (6/2/2022) lalu. Jalur penyelamatan diharapkan bisa mengurangi fatalitas atau angka kematian ketika terjadi kecelakaan.
Namun rencana tersebut akan dibahas dengan Dinas Perhubungan DIY mengingat Jalan Imogiri Mangunan adalah jalan provinsi.
BACA JUGA: Ini Kata-Kata Terakhir Sopir Bus Wisata Sebelum Kecelakaan Maut di Bukit Bego Bantul
“Kami akan mengajukan surat permohonan ke Pemda DIY untuk membuat jalur penyelamatan di Jalan Imogiri Mangunan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta, Rabu (9/2/2022).
Aris mengatakan jalur penyelamatan di Jalan Imogiri Mangunan penting untuk diprioritaskan karena jalur tersebut adalah jalur wisata yang sering dilalui kendaraan wisatawan, termasuk bus-bus pariwisata. Tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi karena jalur Imogiri Mangunan curam serta banyak kelokan.
Aris mengaku sudah melakukan kajian di titik-titik yang paling rawan untuk pembangunan jalur penyelamatan, yakni sebelum dan sesudah Bukit Bego.
“Nanti seperti jalur penyelamatan yang ada di jalan tol, yakni sepanjang 30-50 meter dengan menggunakan pasir. Jadi ketika terjadi sesuatu, bus atau kendaraan apa pun bisa langsung masuk di situ, sehingga tidak menimbulkan kecelakaan atau gangguan kepada pengguna jalan yang lain,” ucap Aris.
Idealnya pembangunan jalur penyelamatan dari arah timur ke barat atau jalan yang menurun berada di sisi kiri atau sisi selatan. Akan tetapi sisi kiri jalan dari arah timur tidak memungkinkan untuk dibangun jalur penyelamatan karena jalur tersebut adalah jurang.
Jalur penyelamatan kemungkinan akan dibangun di sisi kanan dari arah timur atau sisi utara sebelum dan sesudah Bukit Bego. Aris kembali menegaskan pembangunan jalur penyelamatan tidak mungkin dibangun oleh Dinas Perhubungan Bantul karena keterbatasan anggaran.
“Kami usulkan secepat mungkin, kalau bisa di anggaran perubahan,” ucap Aris.
BACA JUGA: Pria Ini Kehilangan Ayah, Ibu, Anak, dan Neneknya akibat Kecelakaan Maut di Bukit Bego Bantul
Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polres Bantul, Ipda Ervita Juliani, mengatakan Jalan Imogiri Mangunan termasuk salah satu jalan yang ekstrem dan memerlukan jalur penyelamat. Namun, membuat jalur penyelamatan, terutama di sekitar Bukit Bego, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Sementara ini, pihaknya akan memberikan imbauan terlebih dahulu dengan memasang rambu dan spanduk agar kendaraan besar seperti bus-bus pariwisata tidak melintas Jalan Imogiri Mangunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.