Viral Mobil Pelat Merah Halangi Ambulans di Demakijo, Ini Klarifikasi Pemkab Sleman
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Ilustrasi jalan tol./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Dokumen perencanaan pengadaan tanah untuk jalan tol baru yang akan dibangun dari Jogja sampai YIA bakal diajukan kepada Pemda DIY pada bulan ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo wilayah DIY, Dian Hardiyansyah, mengatakan setelah dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) Tol Jogja YIA diserahkan kepada Pemda DIY, konsultasi publik bisa dilakukan. Selanjutnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X akan mengeluarkan izin penetapan lokasi (IPL).
BACA JUGA: Izin Penetapan Lokasi Tol Jogja Solo Segera Habis
“Rencananya dokumen perencanaan [DPPT] akan kami ajukan bulan ini,” kata Dian, Kamis (10/2/2022).
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan Pemda DIY masih menunggu pengajuan DPPT Tol Jogja YIA. “Kami tunggu saja infonya,” ujar Krido.
Proyek Tol Jogja-Solo akan beroperasi secara bertahap mulai tahun depan, dimulai dari Seksi 1 yang menghubungkan Kartasura, Jawa Tengah, dengan Purwomartani, Kalasan, Sleman.
Menurut keterangan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), perusahaan yang membangun Tol Solo Jogja Bandara YIA, Seksi I rute Kartasura-Purwomartani membentang sejauh 42,37 km. Pengadaan lahan sudah dimulai tahun lalu dan ditargetkan beres di pertengahan tahun ini. Konstruksi juga sudah dimulai dari Kartasura dan akan selesai di Purwomartani pada tahun depan.
General Manager Lahan dan Utilitas PT JMM, Muhammad Amin, mengatakan Seksi I sudah dapat diresmikan pada 17 Agustus 2023.
"Di tahun 2022 ini, kami usahakan akan rampung hingga 80 persen. Dengan demikian, 17 Agustus 2023 sudah bisa diresmikan. Setelah peresmian itu, masyarakat sudah boleh menggunakan [melewati]. Dengan jalan tol ini nanti, jarak Solo-Jogja yang biasa ditempuh 1,5 jam bisa menjadi 20 menit," kata Muhammad Amin saat ditemui wartawan di Balai Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Senin (10/1/2022).
Setelah Seksi I selesai, pembangunan akan dilanjutkan ke Seksi III yang menghubungkan Gamping dengan Bandara YIA atau dikenal dengan Tol Jogja YIA. Rute Seksi III secara resmi adalah dari Gamping sampai Purworejo, Jawa Tengah dengan panjang 30,77 km.
Pengadaan lahan akan berlangsung dari triwulan I 2022 sampai dengan triwulan IV 2023. Konstruksi dimulai akhir tahun ini sampai dengan triwulan ketiga 2024. Sesuai rencana perusahaan, Tol Jogja YIA akan mulai beroperasi pada awal 2025.
BACA JUGA: Perkembangan Terbaru Tol Jogja Solo, Lahan di Selomartani & Tirtomartani Dicocokkan
Tol Jogja Solo Seksi II yang dimulai dari Purwomartani sampai dengan Gamping dan akan melewati Ring Road Utara akan dibangun belakangan. Pembangunan ruas tol sepanjang 23,42 kilometer ini akan dimulai dengan pengadaan lahan, yakni pada akhir tahun ini dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2024. Proses pengadaan lahan memakan waktu sekitar 1,5 tahun. Konstruksi akan dimulai pada pertengahan tahun depan dan berlangsung dua tahun sampai 2025.
Berakhirnya konstruksi Seksi Purwomartani-Gamping berarti berakhir pula pembangunan Tol Jogja Solo. Tol ini akan beroperasi penuh pada akhir 2025, dari YIA sampai Solo sepanjang 96,57 km. Biaya pembangunan tol mencapai Rp26,63 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Harta Wali Kota Solo Respati Ardi naik dari sekitar Rp2,02 miliar pada 2024 menjadi Rp8,04 miliar pada LHKPN 2025.
Pieter Huistra percaya diri lini depan PSS Sleman lebih bagus dari Madura United dengan mengandalkan Gustavo Tocantins dan Matheus Fornazari.
Infinix XPAD 30 Pro resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp3,399 juta, layar 2.5K, Helio G200 Ultimate, dan baterai 8.200 mAh.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Dewan Pendidikan Nasional mengingatkan orang tua tak perlu memaksa anak ikut bimbel karena TKA bukan penentu kelulusan.