Advertisement

Mulai Penuh, Begini Kondisi Selter Isoter Covid-19 di Berbagai Tempat di DIY

Yosef Leon, Ujang Hasanudin, & Abdul Hamid Razak
Senin, 14 Februari 2022 - 07:07 WIB
Budi Cahyana
Mulai Penuh, Begini Kondisi Selter Isoter Covid-19 di Berbagai Tempat di DIY Suasana Rusunawa MBR Bener Tegalrejo, Jogja. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja,com, JOGJA—Melonjaknya kasus harian di DIY membuat selter isolasi terpusat (isoter) yang disediakan untuk pasien Covid-19 mulai penuh.

Penambahan kasus harian Covid-19 di Bumi Mataram kini sudah mencapai angka 1.000 dalam dua hari terakhir. Pada Sabtu (12/2/2022) penambahan kasus Covid-19 mencapai 1.065, sedangkan pada Minggu (13/2/2022) sebanyak 1.010 kasus.

BACA JUGA: Update Covid: DIY Tambah 1.010 Kasus, 2 Meninggal Dunia

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menyebut tingkat keterisian tempat tidur dan juga tempat isoter pasien Covid-19 di Kota naik cukup signifikan seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Pelajar. Bahkan, isoter Bener di Tegalrejo penuh sejak Jumat (11/2/2022) lalu.

"Dari 42 unit semua sudah terisi," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Kota Jogja, Okto Heru Santosa, Minggu (13/2/2022).

Menurut Okto, dari 42 unit kamar yang ada di Selter Bener beberapa unit kamar bisa dihuni dua orang per satu unit. Saat ini jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di tempat itu berjumlah 56 orang dengan 36 di antaranya merupakan pelaku perjalanan.

"Sejak awal Februari pasien yang menjalani isolasi memang terus masuk setiap hari. Beda dengan kondisi Desember tahun lalu sampai dengan akhir Januari tahun ini yang kondisinya cenderung landai," ungkap dia.

Rata-rata pasien yang masuk menjalani isolasi mandiri di tempat itu cenderung fluktuatif. Namun, pengelola selter mengaku sempat menerima lima pasien dalam satu hari. Saat ini, tower satu selter Bener yang difungsikan sebagai tempat isolasi tidak lagi menerima pasien Covid-19 baru.

"Sekarang kami tengah koordinasikan untuk membuka kembali tower dua selter Bener. Kalaupun belum mencukupi selter Gemawang juga akan kembali difungsikan," kata dia.

Tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 juga naik dibandingkan pekan lalu. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur ada di angka 22% dari tujuh rumah sakit rujukan yang ada di Kota Jogja.

Advertisement

Selter Kalurahan

Di Bantul, Pemerintah Kabupaten Bantul meminta semua lurah mengaktifkan kembali semua selter yang ada di masing-masing kalurahan. Hal ini seiring meningkatkan kasus Covid-19, bahkan selter milik Pemkab nyaris penuh.

“Selter Patmasuri kapasitas 60 tempat tidur sudah hampir penuh, sudah terisi 56 tempat tidur. Tadi [kemarin] di grup kita minta lurah untuk mengaktifkan isolasi selter desa,” kata Penanggung Jawab Selter Pemkab, Tarsius Glory, Minggu.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan Pemkab juga akan mengaktifkan kembali gedung Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) milik Dinas Pertanian DIY sebagai selter Covid-19. Sementara Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro dari kapasitas 57 tempat tidur sudah terisi sebanyak 29 tempat tidur.

Advertisement

Glory yang juga Kepala RSLKC Bambanglipuro mengatakan sesuai amanat dari Kementerian Kesehatan yang dirawat di rumah sakit adalah pasien Covid-19 yang bergejala sedang sampai berat serta ibu hamil.

Pasien yang bergejala ringan cukup melakukan isolasi di selter atau di rumah masing-masing. Bagi yang melakukan isolasi di rumah, pihaknya bersedia untuk mengantarkan obat Covid-19 ke masing-masing rumah pasien.

Glory mengatakan kasus Covid-19 di Bantul terus meningkat bahkan ia memprediksi puncaknya pada akhir Februari atau awal Maret mendatang. “Semakin cepat sampai puncaknya semakin cepat pula penurunannya. Kemungkinan penurunannya pada pertengahan Maret mendatang,” ujar Glory.

Saat ini, Pemkab Bantul akan fokus menangani pasien Covid-19 yang bergejala sedang sampai berat untuk menghindari angka kematian. Lebih lanjut Glory mengatakan sebagian besar atau hampir semua pasien yang dirawat di RSLKC maupun di selter Patmasuri Sewon Bantul adalah pasien yang sudah menjalani vaksinasi, bahkan sudah menjalani vaksin ketiga atau vaksin booster.

Advertisement

BACA JUGA: Hotel Mutiara di Malioboro Resmi Dihuni Pasien Covid-19

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan dari jumlah warga yang terpapar Covid-19 sebagian besar menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Hanya sebagian pasien yang menjalani isolasi di isoter baik di Asrama Haji maupun Rusun Gemawang.

"Sebagian lagi menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit yang menangani pasien Covid-19," jelas Evie.

Advertisement

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes), BOR di Sleman saat ini mencapai 23% dari 30 rumah sakit rujukan Covid-19.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di isoter meningkat dibanding pekan-pekan sebelumnya. Jika pada 9 Februari jumlah pasien yang menjalani isolasi di Isoter sebanyak 80 orang maka saat ini jumlahnya bertambah menjadi 164 orang atau naik 100%.

"Di Asrama Haji dari kapasitas 136 bed, terisi 81 bed dan tersisa 55 bed. Untuk di Rusunawa Gemawang dari kapasitas 101 bed, terisi 83 bed dan tersisa 18 bed," jelasnya.

 

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dari Bidang Makanan sampai Kesehatan, 21 CEO Meraih Achievement Award

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement