Advertisement

Sejak Januari Belasan Warga Sleman Meninggal Akibat Covid-19  

Abdul Hamied Razak
Rabu, 16 Februari 2022 - 21:47 WIB
Bhekti Suryani
Sejak Januari Belasan Warga Sleman Meninggal Akibat Covid-19    Foto ilustrasi. - Antarafoto

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejak awal Januari hingga pertengahan Februari tahun ini, belasan pasien Covid-19 di Sleman meninggal dunia. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan protokol kesehatan 5M namun tidak perlu panik.

 Koordinator Posko Dekontaminasi Covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto mengatakan tim pemakaman baik di Posko Inti maupun tingkat kalurahan tetap disiagakan menghadapi peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Sleman.  

"Kami terus siaga menghadapi peningkatan penyebaran Covid-19. Tujuh tim pemakaman masih standby jika sewaktu-waktu dibutuhkan," jelas Lilik kepada Harianjogja.com, Rabu (16/2/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

 BACA JUGA:Kesimpulan Laka Bukit Bego, Polisi: Bus Berkecepatan Tinggi, Sopir Salah Oper Gigi

Berdasarkan data Posko Dekontaminasi Covid-19, sejak Januari hingga pertengahan Februari sebanyak 17 jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan. Sebanyak enam jenazah dimakamkan selama Januari dan 11 jenazah dimakamkan Februari.

Menurut Lilik, pemakaman jenazah pasien Covid-19 saat ini banyak dilakukan oleh tim-tim pemakaman masing-masing kalurahan. Dia menyebut selama Januari, dari enam kasus pemakaman dua di antaranya dilaksanakan oleh Posko Dekontaminasi BPBD Sleman dan empat kasus lainnya oleh tim dari kalurahan.

"Februari ini dari 11 data yang masuk, dua kasus ditangani Posko dan sembilan kasus lainnya dilakukan oleh Satgas Kelurahan," jelas Lilik.

Tim pemakaman dari BPBD Sleman akan bergerak saat tim pemakaman kalurahan mulai kewalahan atau ada permintaan khusus dari tim pemakaman kalurahan. "Misalnya, saat Jumat lalu di Wedomartani ada dua jenazah yang oleh masing-masing keluarga ingin dimakamkan sebelum jumatan. Akhirnya salah satu tim kami ikut membantu," kata Lilik.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan menyebutkan sebanyak 11 pasien Covid-19 yang meninggal dunia terjadi sejak 8-15 Februari atau sejak PPKM level 3 diterapkan. "Hari ini ada tambahan satu kasus yang meninggal dunia. Pasien Covid-19 yang meninggal saat Isoman. Kalau kemarin ada dua pasien Covid-19 yang meninggal," katanya.

Advertisement

Makwan berharap agar pasien Covid-19 yang memiliki komorbid, lansia dan kelompok rentan lainnya untuk menjalani isolasi di Gedung Isoter baik di Asrama Haji maupun Rusun Gemawang. Saat ini Isoter di Asrama Haji terisi 107 pasien dari kapasitas tempat tidur sebanyak 136 unit. Sementara untuk Rusunawa Gemawang terisi 82 pasien dari total kapasitas 101 bed.

 

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement