Advertisement

Dari 4 Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul, Ini yang Paling Aman Dilewati Bus Wisata

David Kurniawan
Rabu, 16 Februari 2022 - 14:22 WIB
Budi Cahyana
Dari 4 Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul, Ini yang Paling Aman Dilewati Bus Wisata Sebuah pikap melaju di Tanjakan Sambeng di Kalurahan Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul, Rabu (16/2/2022). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setidaknya ada empat tanjakan ekstrem di Gunungkidul dan dari empat  jalur rawan kecelakaan tersebut, Tanjakan Sambeng paling aman dilewati kendaraan besar seperti bus wisata. Tanjakan Sambeng adalah jalur perbatasan Gunungkidul dan Klaten yang terletak di Sambirejo, Ngawen.

Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan setidaknya ada empat tanjakan rawan kecelakaan. Meski demikian, Tanjakan Sambeng dinilai paling aman untuk dilalui kendaraan besar.

BACA JUGA: Daftar Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul, Pengendara Harus Hati-Hati karena Rawan Kecelakaan

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Tanjakan ini memiliki panjang hampir satu kilometer. Lebar jalan sudah memenuhi standar sehingga mudah untuk dilewati kendaraan dari kedua arah.

“Di jalur ini juga sudah dilengkapi dengan kolam jebakan,” katanya, Rabu (16/2).

Rakhmadian menjelaskan, kolam jebakan berfungsi sebagai penahan pada saat ada terjadi rem blong dari atas sehingga kendaraan bisa ditahan di kola mini..

Tanjakan Sambeng bisa dilalui bus-bus besar atau kendaraan yang memiliki roda lebih dari empat.

“Seaman apapun fasilitas untuk mengurangi kecelakaan, tapi kalau kendaraannya tidak dalam performa yang baik, maka bisa terjadi kecelakaan. Kalau sopir ugal-ugalan, risiko kecelakaan juga semakin tinggi,” katanya.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griyavinto Sakti mengatakan angka kecelakaan di Bumi Handayani masih tinggi. Hal ini terlihat dari dari jumlah kematian akibat kecelakaan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Advertisement

Sebagai gambaran, di 2020 lalu, tercatat ada 613 kasus, dengan korban meninggal dunia 58 orang dan 706 luka ringan. Di 2021, total selama setahun ada 612 kasus dengan 71 korban meninggal dunia dan 781 orang mengalami luka ringan.

“Korban meninggal dunia ada kenaikan sekitar 18%, meski dari sisi kasus kecelakaan menurun,” katanya.

Martinus menambahkan, berbagai upaya akan terus dilakukan agar kecelakaan dapat ditekan. Pencegahan diaksanakan dengan menggalakkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Langkah ini dengan jalan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Advertisement

BACA JUGA: Kemiringan Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul Dikurangi 10 Persen, Pembebasan Lahan Telan Rp12 Miliar

Selain itu, juga ada pemasangan spanduk tentang keselamatan di jalan raya, seperti memakai helm bagi pengguna motor, sabuk pengaman untuk pengguna mobil. Martinus berharap pengendara bisa mematuhi rambu-rambu lalu lintas pada saat di jalanan, terutama saat melewati tanjakan esktrem di Gunungkidul.

“Harus hati-hati dan mematuhi segala peraturan. Selain itu, kondisi kendaraan juga rutin dicek agar tidak ada masalah pada saat digunakan. Ingat, kecelakaan tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

Jogjapolitan | 12 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Banyak Warga Kabur Setelah Seruan Mobilisasi ke Ukraina, Rusia Tak Akan Tutup Perbatasan untuk Cegah Eksodus

News
| Selasa, 27 September 2022, 20:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement