Advertisement

Salut, DIY Kini Punya 76 Desa Budaya

Media Digital
Jum'at, 18 Februari 2022 - 07:57 WIB
Arief Junianto
Salut, DIY Kini Punya 76 Desa Budaya Seremonial serah terima hibah gamelan perunggu laras pelog slendro untuk Desa Budaya Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, belum lama ini. - Istimewa/Dinas Kebudayaan DIY

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY terus menggenjot lahirnya Desa Budaya. Saat ini, tercatat ada penambahan 20 Desa Budaya di DIY. Dengan begitu, konsep Desa Budaya yang sudah berlangsung sejak 1995 berjumlah 76 pada 2021.

Menurut SK Gubernur DIY No.351/KEP/2021 tentang Penetapan Kalurahan/Kelurahan Budaya, di Bantul dan Sleman ada penambahan tujuh Desa Budaya; Gunungkidul empat Desa Budaya; serta Kulonprogo dan Kota Jogja masing-masing satu Desa Budaya.

Penambahan tujuh Desa Budaya di Bantul, masing-masing adalah Muntuk (Dlingo), Sendangsari (Pajangan), Girirejo (Imogiri), Sriharjo (Imogiri), Srimulyo (Piyungan), Argodadi (Sedayu), dan Parangtritis (Kretek).

Sementara tujuh Desa Budaya di Sleman, masing-masing adalah Widodomartani (Ngemplak), Sumberrejo (Tempel), Caturharjo (Sleman), Ambarketawang (Gamping), Tamanmartani (Kalasan), Sidoluhur (Godean), dan Madurejo (Prambanan).

Di Gunungkidul, empat tambahan Desa Budaya, masing-masing adalah Karangrejek (Wonosari), Petir (Rongkop), serta Kepek, dan Wonosari di Kapanewon Wonosari. Adapun penambahan satu Desa Budaya di Kulonprogo dan Kota Jogja, masing-masing adalah Kaliagung (Sentolo) dan Gedongkiwo (Mantrijeron).

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Budaya (Kundha Kabudayan) DIY, Yuliana Eni Lestari Rahayu mengatakan penambahan Desa Budaya tersebut didasarkan pada akreditasi yang dilakukan setiap lima tahun sekali.

Pada 2021, peserta akreditasi, kata dia, berjumlah 30 desa. “Dengan penambahan ini, total Desa Budaya di Bantul ada 19, Gunungkidul 19, Kulonprogo 16, Sleman 19, dan Jogja ada tiga. Adapun komponen menjadi Desa Budaya harus memiliki lima komponen berupa upacara adat, seni permainan tradisional, bahasa sastra dan aksara, kuliner kerajinan pengobatan tradisional, serta tata ruang dan kawasan cagar budaya,” kata dia di Kantor Disbud DIY, Kamis (17/2/2022).

Selain akreditasi predikat Desa Budaya, ada juga akreditasi strata Desa Budaya yang juga berlangsung lima tahun sekali. Dari akreditasi 2019, predikat Desa Budaya Maju ada 30, Berkembang ada 24, dan Tumbuh ada dua desa.

Guna mengapresiasi serta mengembangkan potensi seniman dan budayawan di Desa Budaya, Disbud DIY juga menggelar agenda rutin berupa Gelar Potensi Desa Budaya, Pentas Seni Desa Budaya, Gelar Maestro, serta buletin Desa Budaya yang terbit dua kali setahun. Selain itu, ada juga pentas di Yogyakarta International Airport (YIA), serta pemfasilitasian upacara adat, Muhibbah Budaya, Kajian Desa Budaya, hingga lokakarya pendamping Desa Budaya.

“Di setiap organisasi perangkat daerah [OPD] kan memiliki desa unggulan tersendiri, misalnya Dinas Pariwisata memiliki Desa Wisata dan sebagainya. Puncaknya, desa dari berbagai OPD menjadi Desa Mandiri Budaya. Saat ini sudah ada 18 Desa Mandiri Budaya. Predikat itu penggeraknya berbasis Desa Budaya,” katanya.

Advertisement

Sarana & Prasarana

Meski telah menjadi Desa Budaya, kata dia, Disbud DIY terus berupaya mengembangkan dan memaksimalkannya, salah satunya melalui penempatan dua orang pendamping di setiap Desa Budaya. “Saat ini ada 152 pendamping yang berasal dari lulusan seni, pariwisata, informatika, sampai akademi komunitas,” ucap dia.

Selain pendamping, ada juga tim monitoring Desa Budaya. “Mereka akan membantu dan mendampingi teman-teman pendamping Desa Budaya. Ada 17 anggota tim monitoring Desa Budaya. Setiap tanggal 3, 4, 5, dan 6, ada pertemuan antara tim monitoring dan pendamping Desa Budaya untuk evaluasi,” kata Eni.

Advertisement

Tak hanya itu, sarana dan prasarana, misalnya gamelan juga menjadi perhatian Disbud DIY. Sejauh ini 56 Desa Budaya telah memiliki seperangkat gamelan. Dalam rentang 2022-2023, kata Eni, juga akan ada penambahan bantuan gamelan berbahan perunggu untuk 20 Desa Budaya baru ini.

“Belum lagi pengadaan Balai Budaya. Tahun lalu, ada tiga Balai Budaya yang tersebar di Sendang Agung, Panggungharjo, dan Girikerto yang kami bangun. Ke depan akan ada penambahan empat Balai Budaya yang akan dibangun.”

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Airlangga Sampaikan Duka Mendalam

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 14:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement