Advertisement

Makin Banyak Orang Jatuh Sakit, BOR Covid-19 di Bantul Sudah Mencapai 57%

Ujang Hasanudin
Jum'at, 25 Februari 2022 - 16:27 WIB
Bhekti Suryani
Makin Banyak Orang Jatuh Sakit, BOR Covid-19 di Bantul Sudah Mencapai 57% Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul meminta rumah sakit rujukan khusus Covid-19 di Bantul untuk kembali menambah tempat tidur khusus Covid-19 seiring meningkatnya kasus yang disebabkan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 di Bumi Projotamansari.

Saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur khusus Covid-19 di Bantul mencapai 57% atau dari 326 bed atau tempat tidur  sudah terisi sebanyak 187 bed. Jumlah bed tersebut khusus di rumah sakit rujukan Covid-19 di Bantul, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul, Rumah Sakit Santa Elisabeth, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito.

“BOR kabupaten 57%, memang untuk rumah sakit rujukan yang ditunjuk Kemenkes sudah mulai hampir penuh, tapi kita sudah mengimbau rumah sakit rujukan yang ditunjuk kabupaten untuk menyiapkan bed isolasinya sebesar 20% dari kapasitas,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Bantul, Anugerah Wiendyasari, saat dihubungi Jumat (25/2/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Ngeri! Daging Sapi Tembus Rp140.000 per Kilo

Anugerah mengatakan masyarakat bisa mengakses aplikasi SIRANAP untuk mengecek status ketersedian tempat tidur di rumah sakit rujukan dan rumah sakit lain yang juga menerima pasien Covid-19. Berdasarkan aplikasi tersebut yang diakses pada 25 Februari 2012, pukul 14.00 WIB untuk RSUD Panembahan Senopati Bantul terdapat lima tempat tidur IGD Khusus Covid-19 dan belum terisi pasien. NICU Khusus Covid-19 berjumlah lima tempat tidur dan sudah terisi semua.

Sementara untuk isolasi tanpa tekanan negatif di di rumah sakit milik Pemkab Bantul tersebut terdapat 58 tempat tidur dan terisi 46 pasien. Isolasi tekanan negatif terdapat lima tempat tidur dan sudah terisi empat pasien. Kemudian untuk ICU tekanan negatif dengan ventilator terdapat tiga tempat tidur dan belum terisi pasien.

Kemudian untuk Rumah Sakit Umum Santa Elisabeth memiliki satu tempat tidur IGD Khusus Covid-19 dan belum terisi pasien. Untuk isolasi tekanan negatif terdapat 10 tempat tidur dan sudah terisi delapan pasien.

Sedangkan RSPAU Hardjolukito, memiliki lima tempat tidur IGD Khusus Covid-19 dan belum terisi pasien. Isolasi tekanan negatif berjumlah 72 tempat tidur, terisi 30 pasien. Sementara ICU tekanan negatif dengan ventilator terdapat tiga tempat tidur dan sudah terisi dua pasien.

Sementara di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro Bantul terdapat dua tempat tidur IGD Khusus Covid-19 dan masih kosong. Sementara untuk isolasi tekanan negatif terdapat 56 tempat tidur dan sudah terisi 32 tempat tidur.

Advertisement

Kepala Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro, Tarsius Glory mengatakan keterisisan tempat tidur khusus Covid-19 masih aman dan selter juga masih tersedia. Meski kasus aktif atau yang menjalani isolasi di Bantul saat ini mencapai 5.288 kasus, Glory mengatakan sebagian besar pasien Covid-19 menjalani isolasi di rumah masing-masing bagi yang tidak bergejala.

“Aman. Kan pemerintah pusat sudah bilang bahwa yang tidak bergejala bisa isolasi mandiri. Kan tidak semua ke selter bahwa yang penting ada telemedicine, ada obat,” kata Glory. Yang penting yang harus dirawat di rumah sakit itu adalah yang bergejala berat, lansia dengan penyakit bawaan atau komorbid serta ibu hamil.

Dengan demikian ia meminta masyarakat tidak perlu cemas. Masing-masing puskesmas sudah menyediakan obat yang akan di antar ke masing-masing pasien yang menjalani isolasi baik di selter maupun isolasi di rumah.

Advertisement

Lebih lanjut Glory mengatakan bahwa bahwa puncak kasus Covid-19 di Bantul masih akan terjadi sampai dua pekan ke depan. Ia berharap segera mencapai puncak sehingga kasus Covid-19 segera melandai kembali setelah puncaknya, “Kalau lihat grafiknya puncak [kasus Covid-19 di DIY] 2 minggu lagi. Semoga segera naik dan segera turun,” ucap Glory.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Demi Prabowo, Gerindra Siap Lawan Anies Baswedan di Pilpres 2024

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 16:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement