Jembatan Jonge Diperbaiki, Jadi Prioritas Infrastruktur di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Aktivitas jual daging sapi di Pasar Argosari di Kapanewon Wonosari. Jumat (25/2/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Harga jual daging sapi di Pasar Argosari di Kapanewon Wonosari mengalami kenaikan sejak dua minggu terakhir. Meski demikian, pedagang tidak akan mengikuti aksi mogok berjualan yang rencananya dimulai Senin (28/2/2022).
Salah seorang pedagang daging sapi, Tariyah mengatakan, harga daging sapi dijual di kisaran Rp135.000-140.000 per kilogram. Harga ini tergolong tinggi karena biasanya daging dijual Rp115.000-120.000 per kilonya.
“Untuk harga berdasarkan kualitas. Untuk yang super sekarang mencapai Rp140.000, tapi yang biasa di kisaran Rp135.000 per kilogram,” kata Tariyah kepada wartawan, Jumat (25/2/2022).
Dia menjelaskan, kenaikan harga sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Tariyah menduga kenaikan terjadi karena harga sapi yang mengalami kenaikan sehingga berdampak terhadap harga jual daging. “Untuk stok tidak ada masalah. Tapi memang harganya sudah naik sehingga mau tidak mau ikut menaikan,” katanya.
Menurut dia, kenaikan tidak hanya terjadi pada daging sapi, karena daging kambing juga mengalami hal yang sama. Biasanya, pedagang hanya mematok Rp120.000 kilogram, tapi sejak beberapa waktu lalu naik menjadi Rp140.000 per kilogram.
Baca juga: Bakal Ada Operasi Minyak Goreng di Jogja, 4 Pasar Ini Digelontor Puluhan Ton Migor
“Jadi semua ada kenaikan. Tidak hanya sapi, tapi daging kambing juga naik Rp20.000 per kilonya,” kata Tariyah.
Disinggung mengenai aksi mogok yang dilakukan mulai Senin (28/2/2022), ia mengakui tidak akan mengikuti karena tetap akan berjualan. Dia tidak menampik, kenaikan harga berpengaruh terhadap harga beli di pasar. Meski demikian, daging sapi tetap laku karena banyak dipesan oleh warga yang menyelenggarakan hajatan.
“Jadi sangat terbantu dengan warga yang menggelar hajatan sehingga daging sapi, meski mahal tetap ada yang membeli,” katanya.
Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan, terus melakukan pemantauan harga-harga di pasaran. Salah satunya berkaitan dengan daging sapi.
Ia tidak menampik ada kenaikan harga pada komoditas ini. Di waktu normal, daging sapi dijual Rp115.000 per kilogram, namun sekarang melonjak hingga Rp135.000 per kilo.
“Kenaikan terjadi karena ada peningkatan permintaan. Selain itu, harga sapi juga mengalami kenaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Kemenhaj temukan dugaan pungli layanan kursi roda haji di Makkah. Tarif mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resmi.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.