Advertisement

Terlalu Banyak Belajar dari Rumah, Kualitas Siswa di Kulonprogo Turun 20%

Hafit Yudi Suprobo
Sabtu, 05 Maret 2022 - 12:47 WIB
Budi Cahyana
Terlalu Banyak Belajar dari Rumah, Kualitas Siswa di Kulonprogo Turun 20% Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR) yang diterapkan di sejumlah sekolah selama pandemi Covid-19 berdampak kepada penurunan kualitas siswa di Kulonprogo.

BACA JUGA: Pembelajaran Daring Siswa SD dan SMP di Jogja Kemungkinan Diperpanjang, Ini Penjelasan Pemkot

Kondisi ini dipicu tidak maksimalnya penerapan maupun pemantauan selama diberlakukaannya pendidikan online.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan berdasarkan hasil evaluasi, selama penerapan PJJ terjadi penurunan kualitas siswa sebanyak 20%. Sejumlah upaya disiapkan untuk mendongkrak kualitas siswa yang menurun.

"Kami belum memiliki data resmi, tetapi kemungkinan setidaknya secara rata-rata terjadi penurunan kualitas hingga 20 persen," kata Arif saat dikonfirmasi, Jumat (4/3/2022).

Menurut Arif, sejumlah faktor melatarbelakangi penurunan kualitas siswa di Bumi Binangun, di antaranya durasi waktu belajar tatap muka yang terbatas sehingga literasi tiap mata pelajaran yang didapatkan oleh siswa sangat minim.

"Dalam PJJ juga ditemui banyak kendala seperti ketersediaan sinyal telekomunikasi dan sarana (gawai) yang terbatas. Kemudian, pengawasan orang tua maupun guru yang tidak maksimal sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas siswa," kata Arif.

Sejumlah langkah disiapkan untuk mendongkrak kualitas siswa, khususnya yang mengalami penurunan. Baik guru maupun orang tua diharapkan mampu berkolaborasi agar upaya mitigasi terhadap potensi penurunan kualitas siswa bisa diminimalkan.

"Kami juga mendorong satuan pendidikan di tiap-tiap kapanewon untuk melakukan inovasi pembelajaran dalam durasi waktu yang terbatas. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat tengah kami siapkan. Kami juga terus berupaya memaksimalkan cara PJJ yang lebih efektif," kata Arif.

Advertisement

Salah satu orang tua siswa, Akhmadi, 43, warga Bendungan, Kapanewon Wates, Kulonprogo, mengatakan pembelajaran jarak jauh menghasilkan sejumlah anomali di keluarganya. Sang anak yang bersekolah di salah satu SMP di Kapanewon Wates justru disibukkan dengan gawai dan tugas sekolah yang masif.

BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen Terganjal 8 Persen Lahan SG, Nilainya Mencapai Rp200 Miliar

"Anak saya justru tidak punya waktu bersama keluarga. Sewaktu pembelajaran tatap muka, setiap Sabtu dan Minggu anak saya bisa bercengkrama dengan bapak ibunya. Saat PJJ dilaksanakan anak saya disibukkan dengan tugas, bahkan pada Sabtu dan Minggu pun penuh dengan tugas sekolah," katanya.

Advertisement

Akhmadi berharap Disdikpora Kulonprogo mampu menerapkan formulasi yang tepat saat penerapan PJJ kembali dilakukan. Baik guru maupun orang tua diharapkan juga saling berkoordinasi terkait dengan capaian siswa seperti yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement