AS Kembali Gempur Iran di Selat Hormuz, Ketegangan Global Kian Memanas
AS melancarkan serangan ke Iran di Selat Hormuz usai gencatan senjata berakhir. PBB peringatkan dampak besar bagi ekonomi dan keamanan global.
Rektor USD Yohanes Eka Priyatna saat mengikuti kegiatan wisuda secara luring di kampus USD Yogyakarta, Selasa (8/3/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menggelar wisuda 10 kali dalam lima hari dan uniknya wisuda dirancang layaknya tata cara naik pesawat terbang.
BACA JUGA: Heroik! Ojol Selamatkan Gadis Diduga Depresi dari Insiden Kecelakaan di Jogja
USD menggelar wisuda luring pertama kali setelah dua tahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Wisuda luring tersebut digelar selama 10 kali dalam waktu lima hari. Ini adalah rentetan kegiatan wisuda paling lama demi memenuhi kebutuhan wisudawan dan melaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Rektor USD Yohanes Eka Priyatna mengatakan mengatakan wisuda secara luring tersebut merupakan langkah yang berani di tengah lonjakan kasus pandemi Covid-19 saat ini. Terakhir kali, katanya, wisuda secara luring digelar pada Maret 2020 atau dua tahun lalu. "Peristiwa ini menjadi peristiwa yang unik, khusus, dan mungkin bisa masuk Museum Rekor Indonesia," katanya di sela-sela kegiatan wisuda, Selasa (8/3).
Eka menyebut wisuda di kampus yang dia pimpin unik karena seluruh peserta yang masuk ke lokasi wisuda harus memenuhi syarat laiknya naik pesawat terbang. Seluruh peserta harus lolos tes antigen dan duduk secara berjarak. "Selain itu, kegiatan wisuda berlangsung selama 10 kali selama lima hari berturut-turut. Sambutan macam apa yang akan saya sampaikan agar wakil rektor tidak bosan?" canda Eka.
Berkat keuletan dan rasa tanggungjawab, pada akhirnya wisuda secara luring tersebut berlangsung dengan baik dan khidmat. Eka pun mengajak para wisudawan untuk bersyukur dan berterima kasih karena kesempatan tersebut lain dari pada yang lain. "Selamat bagi para wisudawan dan orang tua yang sangat bangga anaknya mampu menyelesaikan studi di kampus ini," katanya.
BACA JUGA: 2023, Taman Budaya Senilai Rp152 Miliar Mulai Dibangun di Bantul
Mengutip ungkapan dari Romo Rumanto, Eka mengibaratkan para wisudawan saat ini seperti binatang Impala. Impala seperti hewan kijang dengan tanduk yang indah berukuran sama. Hewan impala ini memiliki keunikan bisa melompat ke depan 10 meter dan setinggi 3 meter.
Namun saat di kebun binatang, Impala tidak bisa melompat tinggi-tinggi meskipun di kelilingi tembok yang tidak begitu tinggi. "Bukan karena ia tidak bisa melompat namun karena ia tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang ada di balik tembok itu. Ini renungan yang bernilai jika wisudawan sebagai impala dan dinding itu sebagai pandemi," katanya.
Rektor meyakini, para lulusan USD merupakan lulusan terbaik. Mereka sudah dibekali dengan keilmuan, informasi dan kemampuan untuk bisa melompat jauh ke depan. Selama pandemi, para mahasiswa tetap dituntut berkreasi sebagaimana yang dilakukan pihak kampus.
"Selama pandemi, USD tetap hidup. Kampus dijadikan kampus yang sehat dan bermartabat. Kampus tetap berfikir maju, tidak pasrah dan melajukan berbagai transformasi untuk masa yang akan datang," katanya.
BACA JUGA: Beredar Kabar Uang Ganti Rugi Tol Jogja Berlipat, Harga Pasar Plus 20%! Ini Penjelasan Pemerintah
Sekretaris Senat USD sekaligus Wakil Rektor IV F.X. Ouda Teda Ena pada kesempatan tersebut membacakan surat keputusan wisudawan baik program Diploma (Vokasi), Sarjana maupun Magister.
Seluruh wisudawan merupakan lulusan yang menyelesaikan studi sejak Februari 2021 hingga Maret 2022. Dari sebanyak 2.612 orang pada periode tersebut sebanyak 1.272 lulusan yang mengikuti wisuda secara luring. Kegiatan wisuda dibagi dalam 10 kelompok mulai 8-12 Maret 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AS melancarkan serangan ke Iran di Selat Hormuz usai gencatan senjata berakhir. PBB peringatkan dampak besar bagi ekonomi dan keamanan global.
Pemotongan hewan kurban di RPH Mancasan dan Kentungan Sleman turun 24,6 persen pada Iduladha 2026. Penurunan terbesar terjadi pada domba yang anjlok hingga 73,3
CNVD China mengumumkan temuan dugaan kerentanan pada Claude Code milik Anthropic. Perusahaan AI asal AS itu membantah adanya mekanisme backdoor dalam layanannya
Veda Ega Pratama menghadapi persaingan ketat di Moto3 Jerman 2026. Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Brian Uriarte hingga Hakim Danish siap bersaing di Sachsenring.
FIFA resmi menolak banding Prancis terkait kartu kuning Michael Olise. Pemain sayap Les Bleus kini terancam absen di semifinal jika kembali menerima kartu.
Akupuntur berpotensi membantu mengurangi gejala gangguan cemas, memperbaiki tidur, dan meningkatkan relaksasi, namun tetap perlu dikombinasikan dengan terapi me