Advertisement

Latihan di Pasar Hewan, Pembalap Gunungkidul Raih Podium di Qatar

David Kurniawan
Rabu, 09 Maret 2022 - 06:37 WIB
Budi Cahyana
Latihan di Pasar Hewan, Pembalap Gunungkidul Raih Podium di Qatar Veda Ega Pratama seusai berlatih di Pasar Hewan Siyono Harjo, Logadeng, Playen, Gunungkidul. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembalap cilik asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, 13, berhasil meraih podium di ajang Idemitsu Asian Talent Cup (IATC) 2022 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (7/3/2022). Ia yang kerap latihan di Pasar Hewan Siyono, Playen, berhasil finis di urutan ketiga.

BACA JUGA: Ganti Rugi Tol Cair! Siap-Siap Ada Miliader Baru di Temanggal 1 Kalasan  

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

IATC 2022 seri pertama digelar hampir bersamaan dengan pembukaan MotoGP. Ajang balap kuda besi ini digelar di Sirkuit Losail, Qatar, sepanjang Minggu.

Balapan untuk anak-anak ini digelar lebih awal. Sementara, Moto GP dimulai sekitar pukul 22.00 WIB. Total ada 20 pembalap asal berbagai negara di Benua Asia tampil di kejuaraan ini.

Indonesia menempatkan empat wakil, salah satunya Veda Ega Pratama, remaja dari Wareng, Wonosari, Gunungkidul. Bocah kelahiran 23 November 2008 ini berhasil menorehkan prestasi apik dengan meraih podium ketiga di race kedua. Berkat prestasi ini, bendera Merah Putih berkibar di sirkuit Qatar.

Meski berstatus debutan, Veda tidak ciut nyali karena mampu bersaing dengan pembalap lainnya. Kegagalan finis di race pertama akibat terjatuh karena senggolan dengan pembalap lain dibayar lunas di race kedua.

Mengawali lomba di baris ketiga atau tepatnya di urutan ketujuh, Veda membuat start yang bagus sehingga mampu merangsek ke depan dan ikut bersaing memperebutkan podium juara.

Konsistensi ini berlanjut lap demi lap hingga menembus peringkat kedua. Namun di lap 12 saat melintasi tikungan, ia membuat sedikit kesalahan hingga motor yang ditunggangi nyaris tergelincir. Mujur, Veda bisa menguasai keadaan sehingga tidak terjatuh dan tetap bisa melanjutkan lomba.

Advertisement

Meski demikian, posisinya harus melorot ke urutan kelima. Tak patah arang dengan kesalahan ini, Veda menggeber tungangannya di dua lap terakhir. Konsistensi dan kegigihannya terbayarkan dengan baik. Ban depan motornya menyentuh garis finis di urutan ketiga.

Ayah Veda, Sudarmono, mengaku senang dengan prestasi yang ditorehkan buah hatinya. Momen ini tambah spesial karena balapan IATC merupakan kejuaraan perdana di luar negeri. “Saya tidak menemani. Kebetulan juga mengurusi balapan di Surabaya dan baru pulang Senin petang,” kata Darmono kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).

Meski harus berjuang sendiri di luar negeri, ia terus berkomunikasi dengan Veda. Saat anaknya terjatuh di race pertama, Darmono terus memberikan semangat melalui sambungan telekomunikasi.

Advertisement

Sebagai mantan pembalap Asian Super Sport, ia bisa menganalisis anaknya kurang tenang. Darmono dapat memakluminya dan mencoba memberikan tips untuk bisa tampil maksimal di suatu kejuaraan.

“Kuncinya harus tenang dan tetap fokus. Balapan bukan hanya menyangkut kecepatan, tapi juga ada strategi yang harus dijalankan dengan baik,” katanya.

BACA JUGA: Jadi Sorotan! Jalan Goden Kerap Rusak Padahal Sering Diperbaiki

Menurut dia, keberhasilan untuk bisa meraih podium terletak pada start lomba. Sebisa mungkin, sambung Darmono, saat lomba dimulai bisa melaju kencang sehingga bersaing di urutan depan. Persaingan di baris depan lebih aman karena pembalap fokus mempertahankan posisi dan pertaruhan sesungguhnya baru diperlihatkan di dua lap terakhir balapan.

Advertisement

“Kalau tidak bisa mendapatkan posisi depan, kamu akan menemukan pembalap yang ngawur dan risiko tabrakan lebih tinggi. Buktinya di race pertama terjatuh karena disenggol dari belakang,” katanya.

Ia memuji penampilan Veda pada balapan kedua. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan di balapan pertama bisa diperbaiki sehingga dapat tampil lebih maksimal di kesempatan kedua ini. “Masih ada lima balapan lagi untuk menyelesaikan IATC 2022. Kami tidak mematok target yang tinggi karena untuk memberikan pengalaman bertanding lebih banyak bagi Veda,” katanya.

Menurun dari Ayah

Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Pepatah ini patut disematkan kepada Veda. Bakat membalap menurun dari sang Ayah. Darmono sudah kenyang dengan ajang balap kuda besi ini.

Advertisement

Selain tercatat sebagai pembalap nasional, ia juga mengikuti Asian Super Sport dan di 2014 menjadi runner up ajang membalap empat jam nonstop di Suzuka, Jepang.

Sejak usia balita, Veda sudah mengenal dunia balap. Di umur lima tahun, siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Wonosari ini sudah dikenalkan pada motor. Setahun berikutnya sudah tampil di kejuaraan motocross tingkat pemula.

Di usia sembilan tahun pindah ke trek sirkuit pasar senggol alias roadrace hingga akhirnya pindah ke balap motor profesional.

Darmono mengungkapkan sudah banyak kejuaraan yang diraih. Ia mencontohkan di 2019 lalu, Veda meraih juara nasional kelas pemula dan Honda Dream Cup.

Advertisement

“Harusnya 2020 tampil di Thailand Talent Cup, tapi batal karena pandemi. Sebagai gantinya, bisa tampil IATC 2022,” katanya.

Pasar Hewan

Meski memiliki prestasi membanggakan, ternyata Veda harus melalui berbagai ujian. Salah satunya, ketiadaan sarana latihan yang memadai karena di Gunungkidul belum memiliki sirkuit.

Ia pun terpaksa menggunakan parkiran di Pasar Hewan Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen untuk latihan. Dalam sepekan ia latihan tiga kali. Di akhir pekan, Veda baru bisa menjajal sirkuit asli yang lokasinya berada Boyolali atau Semarang, Jawa Tengah.

“Ini juga sebagai pelajaran karena untuk bisa sukses harus butuh perjuangan dan kerja keras. Saya bersyukur perjuangan selama ini dijadikan motivasi untuk bisa lebih berprestasi,” katanya.

Advertisement

Latihan  di pasar hewan ini berlangsung sejak 2016 hingga sekarang. Darmono berharap anaknya suatu saat bisa menjadi pembalap di MotoGP. Ia menilai langkah Veda sudah di jalur yang tepat karena bersama Astra Honda Team terus bisa mengasah kemampuan di dunia balap motor.

“Masih panjang jalannya dan harus dilalui setahap demi setahap. Setelah IATC, harapannya bisa tampil di kejuaraan balap di Spanyol. Kemudian lanjut Moto 3 dan sampai ke tangga puncak pembalap dengan tampil di seri MotoGP,” katanya.

Darmono mengakui hanya bisa membimbing dan menunjukkan jalan dengan kemampuan yang dimiliki. “Kuncinya ada di mimpi dan saya bersyukur Veda memiliki harapan yang sama,” katanya.

Sebagai pembalap, Veda sudah memiliki jadwal rutin, baik untuk kejuaraan maupun latihan. Setiap hari juga harus melatih kemampuan fisik untuk mendukung daya tahan tubuh saat balapan.

“Latihan fisik sehari dua kali, pagi dan sore. Selain itu, saya juga menyiapkan alat-alat simulasi balapan di rumah,” katanya.

Darmono tetap memberikan pendidikan formal bagi Veda. Selain menambah pengetahuan, juga untuk mengusir rasa bosan karena rutinitas balapan yang digeluti setiap hari. “Juga sebagai sarana sosialisasi dan saat ngobrol dengan teman hatinya tetap gembira. Untuk menghilangkan rasa bosan, Veda juga sering memancing atau main sepak bola,” katanya.

Di ajang IATC ini, Veda izin tak masuk sekolah selama satu bulan. Setelah race di Qatar, dia akan balapan di Sirkuit Mandalika.

“Sudah tiba di Jakarta dan masih menjalani karantina. Sebelum balapan di Lombok, rencananya juga bertemu dengan Presiden bersama-sama dengan pembalap MotoGP,” kata Darmono.

BACA JUGA: Heroik! Ojol Selamatkan Gadis Diduga Depresi dari Insiden Kecelakaan di Jogja

Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Agus Muryanto, bangga dengan prestasi yang diraih Veda. Ia pun mendukung setiap siswa yang akan meraih prestasi di bidang apa pun. “Dengan prestasi, nama sekolah juga ikut terangkat. Jadi, kami mendukung penuh. Tidak hanya Veda, siswa lain juga bisa melakukannya,” kata Agus.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan wali murid. Agus memastikan kebutuhan pendidikan tetap diakomodasi. Meski harus absen, pembelajaran tetap jalan dan bisa dilakukan secara jarak jauh.

“Ya kalau tidak ada kejuaraan bisa ke sekolah, kalau sedang kejuaraan bisa jarak jauh. Kami juga sudah koordinasi dengan Wali Kelas untuk penyesuaian jadwal belajar,” katanya.

 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Optimalisasi Pelayanan BPPOM Yogyakarta Selama Work From Home di Tengah Pandemi Covid-19

News
| Jum'at, 09 Desember 2022, 11:57 WIB

Advertisement

alt

Ikut Genjot Kualitas SDM Desa Wisata, Ini yang Dilakukan oleh BCA

Wisata
| Kamis, 08 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement