Bupati Bantul Ajak GKJ Wonocatur Perkuat Toleransi dan Kerukunan Warga
GKJ Wonocatur Bantul menahbiskan Andreas Kurnianto sebagai pendeta baru. Momentum ini diharapkan memperkuat pelayanan gereja, toleransi, dan kerukunan antarumat
Maskapai penerbangan di bandara YIA-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemda DIY menyatakan telah mengizinkan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) untuk melayani penerbangan internasional atau luar negeri untuk masuk melalui bandara setempat. Meski telah diizinkan dan saat ini wilayah itu masuk dalam masa PPKM level 4, namun sampai saat ini belum ada maskapai luar negeri yang mendarat di DIY.
"Sudah ada izinnya dan tinggal maskapainya saja yang kapan mendarat di sini," kata Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Kamis (10/3/2022).
BACA JUGA: Tersangka Pembunuh Wanita di Sungai Bolong Magelang Pekerja Bangunan di Jakarta
Kadarmanta menambahkan, penerbangan luar negeri atau maskapai yang terjadwal melakukan pelayanan di YIA tentunya juga mempertimbangkan kondisi kasus pandemi di negara masing-masing. Apalagi kondisi pandemi di Indonesia khususnya DIY saat ini berstatus sebagai wilayah dengan klasifikasi PPKM level 4.
Oleh karenanya, pihak maskapai di tiap negara kemungkinan masih melihat tren pandemi sebelum melangsungkan penerbangan ke wilayah setempat melalui YIA. "Di negara lain kan masih belum diizinkan ada penerbangan ke Indonesia, ya otomatis kan belum bisa," jelasnya.
Di beberapa Bandara yang telah melayani penerbangan luar negeri semisal Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali kondisinya juga belum terlalu signifikan meski telah dibuka. Hal itu disinyalir merata pula dirasakan sejumlah Bandara lain di Indonesia yang telah membuka penerbangan internasional.
"Ngurah Rai kan juga belum banyak meski sudah diizinkan kemudian di Medan atau lainnya itu kan sudah dibolehkan tapi memang belum banyak. Jogja sampai saat ini belum ada penerbangan," ujarnya.
Kadarmanta menyebut, jika layanan penerbangan luar negeri telah dilaksanakan dan maskapai mendarat di Jogja pihaknya tentu akan menyiapkan skema karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) itu. Kebijakan teknis nantinya tetap akan mengacu pada aturan pusat yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 RI dan akan disesuaikan di daerah.
Dalam Surat Edaran (SE) No. 12/2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia disebutkan bahwa PPLN yang akan datang ke Indonesia harus melalui pintu masuk perjalanan luar negeri pada sejumlah Bandara yang disiapkan, YIA atau Jogja tidak termasuk dalam pintu masuk yang ditetapkan itu.
"Kita akan sesuaikan aturan dengan pusat, soalnya kan kalau kita lihat sekarang sudah tidak ada karantina. Kalau pun ada ya akan kita ikuti ke depannya. Kalau dari LN kan ada dua perlakuan yakni WNI dan WNA, jadi tempat karantinanya berbeda. Kalau WNI tempat karantinanya akan kita bantu dan kalau WNA datang sini untuk bisnis atau wisata ya mereka nanti akan kami salurkan ke hotel yang menerima layanan karantina," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKJ Wonocatur Bantul menahbiskan Andreas Kurnianto sebagai pendeta baru. Momentum ini diharapkan memperkuat pelayanan gereja, toleransi, dan kerukunan antarumat
Indonesia bertekad menjadi negara industri modern. Proyek LNG Abadi Masela dinilai penting untuk hilirisasi dan ketahanan energi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Sri Sultan HB X di Jogja, meresmikan program becak listrik dan menanggapi usulan tambahan anggaran IKN.
PBB dan IOM menyebut lebih dari 500 orang, mayoritas Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal dilaporkan tenggelam di Myanmar.
Dewi Mlayu Deso 2026 digelar di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, menghadirkan sport tourism, fun run, fun walk.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.