Gapura Keistimewaan DIY Direncanakan Berdiri di Perbatasan Rongkop
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Simulasi pelayanan disabilitas di Kejari Gunungkidul dalam in house training tentang Perspektif Disiabilitas bagi Aparat Penegak Hukum. Jumat (1/4/2022). - Ist
Harianjogja.com, WONOSARI – Kejaksaan Negeri Gunungkidul berkomitmen mewujudkan layanan ramah disabilitas. Selain menyediakan akses kemudahan bagi kaum disabilitas, para pegawai di internal kejari juga diberikan pelatihan dengan in house training bertajuk Pelatihan Perspektif Disiabilitas bagi Aparat Penegak Hukum, Jumat (1/4/2022).
Kepala Seksi Intel, Kejari Gunungkidul, Indra Saragih mengatakan, pihaknya berkomitmen mewujudkan layanan ramah disabilitas di lingkup kejari. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang No.8/2016 tentang Penyandang Disabilitas yang diperkuat dalam Peraturan Pemerintah No.39/2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Penyandang Disabilitas dalam Proses Peradilan.
“Ini yang jadi dasar dan institusi kejari harus memberikan layanan ramah disabilitas,” kata Indra.
Dia menjelaskan, untuk layanan ramah disabilitas dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan memberikan pelatihan di internal kejari tentang tata cara melayai warga berkebutuhan khusus ini. Pelatihan dilaksanakan dengan menggandeng Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel bertajuk in house training Pelatihan Perspektif Disiabilitas bagi Aparat Penegak Hukum.
“Seluruh pegawai diajari bagaimana memberikan pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus bagi setiap penyandang disabilitas,” katanya.
Ada pun cara kedua dengan menyediakan akses sarana prasarana pendukung guna memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas saat datang ke Kejari Gunungkidul. Indra tidak menampik sejumlah sarana prasarana seperti kursi roda hingga akses tangga miring hingga kamar mandi khusus untuk disabilitas juga telah tersedia. Meski demikian, masih ada sejumlah sarana pendukung yang butuh penambahan seperti tenaga pendamping untuk komunikasi dengan tuna rungu atau kebutuhan huruf braile bagi tuna netra.
“Akan disediakan secara bertahap dan paling awal adalah pendamping komunikasi dengan tuna rungu. Yang jelas, kami berkomitmen untuk mewujudkan Kejari Gunungkidul rama disabilitas,” katanya.
Pelaksana Harian Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Guntur Triyono mengapresiasi in house training untuk meningkatkan kualitas layanan, khususnya bagi penyandang disibilitas. Ia berharap, pelatihan ini benar-benar diaplikasikan pada saat ada warga berkebutuhan khusus yang datang ke kejari. “Harus dilayani dengan baik dan pegawai sudah mendapatkan pelatihan tata cara khusus bagi kelompok disabilitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.