Advertisement

Viral Akun Tottenham Ajak Ngabuburit di Masjid Jogokariyan, Ini Tanggapan Ustaz Jazir

Sunartono
Rabu, 06 April 2022 - 11:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Viral Akun Tottenham Ajak Ngabuburit di Masjid Jogokariyan, Ini Tanggapan Ustaz Jazir Panitia menyiapkan nasi untuk buka bersama di Masjid Jogokariyan, Selasa (7/5/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Akun resmi klub sepakbola asal Inggris, Tottenham Hotspur FC mengunggah ajakan untuk ngabuburit di Kampung Ramadan Masjid Jogokariyan.

Kampung Ramadan Jogokariyan ini diunggah oleh akun resmi instagram dan twitter Tottenham @spursofficial. Dalam gambar tersebut tampak desain Kampung Ramadan Jogokariyan atau KRJ di Jalan Jogokariyan dengan samping kiri dan kanan orang berjualan. Kemudian di jalan tampak ada tiga orang yang dianalogikan sebagai pemain Tottenham, Son Heungmin, Harry Kane dan Dejan Kulusevski.

Advertisement

“Yuk Nagbuburit bareng Harry, Sonny dan Deki di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan! Selamat berbuka puasa dab,” tulis akun instagram dan twitter @spursofficial pada Senin (4/4/2022).

Unggahan itu pun viral. Setidaknya dikomentari sebanyak 2.399 warganet di instagram. Akun Instagram @masjidjogokariyan kemudian mengunggah tangkapan layar dari akun Tottenham tersebut.

Baca juga: Masjid Jogokariyan Sajikan Takjil Gratis Tongseng, Warganet: Tambah Semangat Tarawih

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Kota Jogja Muhammad Jazir mengatakan sudah mengetahui informasi unggahan akun Tottenham Spur tersebut. Ia bersyukur dengan demikian Masjid Jogokariyan bisa mendunia.

“Kemarin masuk di Headline di salah satu media massa asing, alhamdulillah kalau mendunia, kita dari Jogja bisa menyumbangkan Masjid yang ramah, menyejahterakan. Masjid yang damai untuk memberikan kesan Jogja dihuni orang yang ramah termasuk warga Masjid dalam pelayanan memperhatikan dan peduli pada lingkungan dan menjunjung tinggi tradisi,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (6/4/2022).

Jazir mengatakan untuk bisa membuat Masjid Jogokariyan seramai dan makin dikenal masyarakat seperti saat ini tidak butuh perjuangan yang berat. Alasannya karena masyarakat Jogja memiliki ciri modal sosial yang tinggi dan mudah diajak bekerja sama.

“Modal sosial kita orang Jogja kuta, ketika disengkuyung semuanya jadi mudah. Salah satu contohnya menyiapkan 3.000 porsi menu takjil setiap hari, itu didukung ibu-ibu PKK,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Bidik Dugaan Penggelembungan Harga APD Covid-19

News
| Sabtu, 20 April 2024, 14:17 WIB

Advertisement

alt

Kota Isfahan Bukan Hanya Pusat Nuklir Iran tetapi juga Situs Warisan Budaya Dunia

Wisata
| Jum'at, 19 April 2024, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement