Advertisement

Mantan Klithih Akan Dibina Sesuai Minat & Bakat

Sunartono
Rabu, 06 April 2022 - 20:27 WIB
Budi Cahyana
Mantan Klithih Akan Dibina Sesuai Minat & Bakat Petugas Inafis Polda DIY melakukan olah TKP di lokasi kejadian kejahatan jalanan tepatnya di depan kantor Kelurahan Banguntapan, Senin (4/4/2022). - Harian Jogja/Yosef Leon

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY akan membina mantan pelaku kekerasan jalanan atau klithih sesuai minat dan bakat. Melalui pembinaan, mereka diharapkan menjadi pribadi yang positif seusai menjalani hukuman.

BACA JUGA: Sesepuh Geng Legendaris Jogja Joxzin Beri Saran untuk Atasi Klithih

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY Erlina Hidayati menjelaskan dalam waktu dekat ini jawatannya akan segera meluncurkan program pembinaan bagi remaja bekas pelaku kekerasan jalanan. Program ini nantinya bisa menyasar anak atau remaja yang melakukan tindak kriminal lainnya.

“Tidak lama lagi kami merilis upaya kami di dalam menangani kejahatan jalanan ini, bukan uji coba tapi pertama kali kami lakukan. Mungkin tidak boleh ya disebut itu [klithih], lebih tepatnya anak geng atau jalanan, yang tidak hanya geng biasa tapi mereka sudah menjerus dan bahkan pernah kriminal,” katanya seusai rapat dengan Gubernur DIY di Kepatihan, Rabu (6/4/2022).

Erlina menambahkan dalam rapat, rencana program pembinaan itu telah disampaikan ke Gubernur DIY dan disetujui untuk segera dilaksanakan.

“Kami mendampingi supaya mereka bisa mengubah perilaku atau sembuh dari tindakan negatif,” ucapnya.

BACA JUGA: Sukses Hadapi Geng Motor, Ini Saran Ridwan Kamil untuk Atasi Klithih

Erlina menggambarkan program itu akan memfasilitasi para pelaku klithih baik saat masih menjalani tahanan maupun sudah selesai. Prosesnya bisa dilakukan dengan kerja sama dengan sejumlah yayasan maupun swasta, sehingga perlu ada kesepakatan kerja sama dengan pihak lain terkait siapa yang akan melakukan pendampingan.

“Bentuknya tidak harus asrama tetapi pendampingan dan memfasilitasi mereka, misalnya bakat olahraga nanti difasilitasi, sehingga anak ini berkegiatan positif dan tidak terjerumus lagi ke geng mereka,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gempa Besar Guncang Turki, 500 Warga Negara Indonesia Terkena Dampaknya

News
| Senin, 06 Februari 2023, 19:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement