Gerindra Gunungkidul Bangun Kantor Rp1 Miliar, Rampung Akhir Tahun
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Serangan monyet ekor panjang terhadap lahan pertanian milik warga Gunungkidul terus terjadi. Bahkan hingga kini serangan sudah meluas hingga ke sembilan kapanewon.
Hingga kini, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul bahkan mencatat serangan monyet terjadi di sembilan kapanewon. Mereka juga belum memiliki solusi pasti karena pengurangan populasi monyet bernama latin Macaca fascicularis tersebut terbentur oleh aturan ihwal perlindungan satwa.
Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Jayadi mengatakan, tahun lalu hanya ada laporan lima hektare lahan pertanian yang diserang monyet ekor panjang. Adapun lokasinya berada di Kapanewon Paliyan, Saptosari, Semin, Rongkop, Tepus dan Tanjungsari.
BACA JUGA: Laju Ekonomi Gunungkidul Hanya Kalah dari Sleman
Meski demikian, dia mengakui tahun ini ada juga laporan serangan di Kapanewon Panggang, Purwosari dan Girisubo. “Memang mayoritas habitatnya berada di sisi selatan, tapi wilayah utara juga ada seperti Semin dan Ponjong,” katanya, Minggu (10/4/2022).
Menurut dia, upaya penanganan kera ekor panjang sulit lantaran hewan ini berstatus dilindungi selama berada di habitatnya. Sedangkan populasinya terus meningkat, sehingga tak sebanding dengan upaya pengurangan. “Paling masuk akal sebenarnya pengurangan populasi, tetapi BKSDA [Balai Konservasi Sumber Daya Alam] tidak merekomendasikan itu,” ungkap dia.
Dia mengakui, solusi pada saat ini hanya menghalau kawanan kera dari lahan pertanian. Cara ini juga dinilai lebih hemat biaya untuk para petani. Meski ada perluasan serangan, ia menilai masih dalam batas kewajaran.
“Contohnya di Tepus. Informasi dari petugas POPT Tepus, kerusakan yang ada tidak separah seperti yang dilaporkan petani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.