Advertisement

KEKERASAN JALANAN: Biarkan Anaknya Keluar Malam, Orang Tua Bakal Ikut Diperiksa Polisi

Sirojul Khafid
Selasa, 12 April 2022 - 15:57 WIB
Bhekti Suryani
KEKERASAN JALANAN: Biarkan Anaknya Keluar Malam, Orang Tua Bakal Ikut Diperiksa Polisi Lima tersangka kasus kejahatan jalanan saat jumpa prs di Mapolda DIY Senin (11/04/2022). Aksi para tersangka menewaskan seorang remaja di Jalan Gedongkuning, Kota Jogja pada Minggu (3/4/2022) dini hari lalu.-Harian Jogja - Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-- Terkait kekerasan jalanan yang menewaskan satu orang di Gedongkuning, Jogja beberapa waktu lalu, Polda DIY menekankan hal itu sebagai tawuran antar kelompok. Polisi juga berencana memanggila orang tua dan sekolah tempat korban dan pelaku.

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi mengatakan kedua kelompok berpotensi menjadi pelaku ataupun korban, dalam kasus kekerasan jalanan atau biasa disebut klithih.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Ini kasusnya tawuran, bukan begal, bukan jambret, bukan rampok, bukan juga pembunuhan, tapi tawuran. Kalau kelompok satu lebih siap, mereka jadi pelaku. Yang tidak siap menjadi korban," kata Ary selepas rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Jogja terkait kekerasan jalanan di Kompleks Balai Kota Jogja, Selasa (12/4/2022).

Dalam kasus yang menewaskan satu orang sebelumnya, masing-masing juga kelompok berasal dari sekolah yang sama. Meski satu orang di kelompok pelaku telah menjadi alumni.

BACA JUGA: Ojol Mabuk Sambil Bawa Sajam di Jogja Ditangkap Polisi

Ke depan, Polda DIY akan memanggil orang tua pelaku dan korban untuk dimintai keterangan. Pemanggilan juga untuk guru serta kepala sekolah korban dan pelaku.

"Saya mintai keterangan, apakah mereka mengetahui anak-anaknya keluar rumah atau kos di jam yang tidak layak untuk pelajar SMA atau mahasiswa, tugas mereka belajar. Ini penting agar kami cegah, orang tua peduli, guru di sekolah juga," katanya.

Selain itu, perlu juga sinergi antar stakeholder dalam menangani kekerasan jalan, termasuk sektor pendidikan, agama, sampai pemerintahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Setelah di Jogja, Kini Jalan Rusak di Klaten Viral Disebut Taman Seribu Lubang

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 13:37 WIB

Advertisement

alt

Sungai Ini Punya Air Super Jernih, Hingga Perahu yang Melintas Seperti Melayang di Udara

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement