Advertisement

Update Merapi Sepekan: 1 Awan Panas, 150 Lava Pijar

Lugas Subarkah
Sabtu, 23 April 2022 - 16:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Update Merapi Sepekan: 1 Awan Panas, 150 Lava Pijar Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021) - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Dalam sepekan terakhir Gunung Merapi tercatat masih mengeluarkan sejumlah guguran baik awan panas maupun lava pijar. Sementara berdasarkan analisis morfologi, tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah lava yang signifikan.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan dalam sepekan terakhir tercatat sebanyak satu awan panas dengan jarak luncur 2 km ke arah barat daya.

Advertisement

“Guguran lava teramati sebanyak 150 kali ke arah barat daya, dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter,” ujarnya, Sabtu (23/4/2022).

Berdasarkan analisis morfologi, pada kubah barat daya tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah. Untuk kubah tengah juga tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan.

Baca juga: Viral Video Remaja Ledakkan Petasan di Kaliadem, Warganet: Gantian Merapi, Nangis

Berdasarkan analisis foto, volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.672.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.582.000 meter kubik.

“Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,2 cm per hari,” katanya.

Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Advertisement

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Akhir Juni, Cek Jadwal KRL Jogja-Solo

Akhir Juni, Cek Jadwal KRL Jogja-Solo

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

DIY Sukses Tekan Angka Stunting

DIY Sukses Tekan Angka Stunting

Jogjapolitan | 7 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Airlangga Ditunjuk Menjadi Ketua Dewan Nasional KEK

News
| Kamis, 30 Juni 2022, 14:57 WIB

Advertisement

alt

Perawatan, Museum RA Kartini Ditutup Hingga Minggu

Wisata
| Kamis, 30 Juni 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement