Advertisement

Merapi Tidak Luncurkan Awan Panas dalam Sepekan

Lugas Subarkah
Sabtu, 30 April 2022 - 12:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Merapi Tidak Luncurkan Awan Panas dalam Sepekan Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021) - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Meski aktivitas erupsi masih terus berlangsung dan berstatus Siaga, dalam sepekan terakhir Gunung Merapi terpantau tidak meluncurkan guguran awan panas. Untuk guguran lava dan kegempaan tercatat masih terjadi cukup intens.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan dalam sepekan terakhir tidak teramati adanya awan panas, melainkan hanya guguran lava dan kegempaan.

Guguran lava terpantau semuanya ke arah barat daya, yang bersumber dari kubah lava barat daya. “Pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 102 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter,” ujarnya, Sabtu (30/4/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Berdasarkan analisis morfologi dari Foto udara pada 28 April lalu di Stasiun kamera Merbabu, Ngepos dan Babadan, tidak teramati perubahan morfologi yang signifikan baik di tebing maupun di kubah lava. Penghitungan volume kubah barat daya yang diperoleh dari Foto udara sebesar 1.567.000 meter kubik.

Baca juga: Erupsi Merapi Tak Berpengaruh, Wisata Sekitar Lereng Gunung Tetap Ramai

Sedangkan volume kubah lava tengah kawah tidak dapat terukur dikarenakan sebagian kubah tertutup asap. “Namun berdasarkan analisis foto dari Stasiun kamera volume kubah tengah tetap, yaitu sebesar 2.582.000 meter kubik,” katanya.

Pada aktivitas kegempaan, dalam sepekan tercatat 77 kali gempa Vulkanik Dangkal, 305 kali gempa Fase Banyak, 594 kali gempa Guguran, 18 kali gempa Hembusan, dan 11 kali gempa Tektonik. “Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi,” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan ini, status Gunung Merapi masih tetap Siaga. Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas apapun di area potensi bahaya, serta mewaspadai lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi ketika terjadi hujan.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Ingatkan Penjabat Jangan Korupsi Anggaran untuk Program Kesejahteraan Petani

News
| Minggu, 25 September 2022, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement