Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Luncuran material erupsi awan panas guguran berujung di sungai Gendol, sisi tenggara bunker Kaliadem, Cangkringan, Sleman./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Masyarakat diimbau untuk tidak nekat mengunjungi kawasan Kali Gendol. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan material erupsi Merapi bisa membahayakan manusia.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida merespons adanya video yang viral belakangan ini yakni adanya sekelompok pemuda yang menginjakkan kaki dan bermain pasir material Merapi di Sungai Gendol. Dalam video yang viral di Twitter tersebut terlihat pasir masih mengeluarkan asap.
"Tentu itu berbahaya karena suhu masih tinggi kalau belum kena air hujan," kata Hanik kepada Harianjogja.com, Sabtu (12/3/2022).
Masyarakat juga tidak tahu titik mana saja yang membahayakan karena tidak semua material bisa diinjak meski sudah memakai alas kaki. "Kalau masih panas ada kemungkinan materialnya njeblos ketika diinjak," lanjut Hanik.
Imbasnya akan memberikan rasa efek terbakar pada tubuh karena material vulkanik tersebut panas.
Baca juga: Aktivitas Tambang di Merapi Kini Berhenti Total
Sementara itu Camat Cangkringan, Sleman Djaka Sumarsana, sebelumnya juga menyatakan bahwa material tersebut masih panas. “Walaupun nampak luar dingin tapi dalamnya itu panas,” katanya, Jumat (11/3/2022).
Pemerintah berusaha mencegah timbulnya objek wisata dadakan dari kejadian guguran awan panas beberapa waktu lalu. Pemerintah membuat portal agar warga tidak bisa mengakses Sungai Gendol.
Djaka mengaku sudah berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Cangkringan untuk menjaga setiap akses ke Sungai Gendol. Lurah diminta ikut menjaga dengan memasang portal.
"Seperti di Bunker Kaliadem, Ngrangkah, Petilasan Mbah Maridjan ke utara, ke timur itu juga sudah kami instruksikan untuk ditutup,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.