Aktivitas Tambang di Merapi Kini Berhenti Total

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Sabtu, 12 Maret 2022 06:27 WIB
Aktivitas Tambang di Merapi Kini Berhenti Total

Penampakan salah satu sungai di sekitar Gunung Merapi, dalam pemantauan dari udara BPPTKG dan BPBD DIY, Kamis (26/11/2020).-Ist Humas Pemda\r\n

Harianjogja.com, SLEMAN--Aktivitas tambang di lereng Merapi di wilayah Sleman sudah dihentikan semuanya menyusul erupsi sejauh hingga lima kilometer pada Rabu (9/3/2022). Meski beberapa truk penambang masih berseliweran di sekitar Kecamatan Cangkringan, tidak terlihat adanya truk yang naik ke area penambangan di Desa Kepuharjo. Jalur penambangan yang biasanya dipenuhi truk, siang itu nampak sepi.

 BACA JUGA: Ramai Seruan Merapatkan Saf saat Salat di Masa Pandemi Sekarang, Bagaimana dengan DIY?

Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan aktivitas tambang di sekitar lereng Merapi telah dihentikan seluruhnya. “Iya sudah dihentikan,” katanya, Jumat (11/3/2022).

Terkait video viral yang menunjukkan sejumlah warga melihat langsung material awan panas di Kaliadem, ia mengungkapkan itu terjadi sebelum penutupan akses. Saat ini, akses ke lokasi itu sudah ditutup dan dijaga masyarakat sekitar dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman.

Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsana, berusaha mencegah timbulnya objek wisata dadakan dari kejadian guguran awan panas tersebut. Menurutnya material tersebut masih panas. “Walaupun nampak luar dingin tapi dalamnya itu panas,” angkanya.

Ia berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Cangkringan untuk menjaga di setiap akses ke Sungai Gendol. Lurah diminta ikut menjaga dengan memasang portal. "Seperti di Bunker Kaliadem, Ngrangkah, Petilasan Mbah Maridjan ke utara, ke timur itu juga sudah kita instruksikan untuk ditutup,” katanya.

Sementara itu perkembangan aktivitas Gunung Merapi, pada Jumat (11/3/2022), tidak teramati kemunculan awan panas. Awan panas terakhir teramati pada Kamis (10/3/2022) pukul 19.25 WIB dengan amplitudo 70 mm, durasi 229 detik ke arah tenggara sejauh 2,5 Km.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online