Kapospam Piyungan Minta Pengendara Menghindari Cinomati

Suasana ramai lancar di Jl. Jogja-Wonosari dengan sistem jalan terus dua arah, Jumat (6/5/2022). - Harian Jogja/Triyo Handoko
06 Mei 2022 16:17 WIB Triyo Handoko Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pantauan lalu lintas di Simpang Tiga Piyungan yang menghubungkan Jogja, Prambanan, dan Wonosari ramai lancar, Jumat (6/5/2022). Koordinator Pos Pengamanan Piyungan AKP Boedi Haryanto meminta pengendara untuk melewati jalur utama dan melarang lewat jalur ekstrem seperti cinomati.

“Pengendara yang lewat jalur ekstrem karena takut macet, padahal ramai lancar jadi daripada lewat yang alternatif tapi ekstrem mending lewat jalur utama ini [Jl. Jogja-Wonosari],” jelas Boedi, Jumat (6/5/2022).

Jalur ekstrem yang dimaksud Boedi adalah jalan Ngoro-oro-Petir dan Cinomati. “Jenis medannya di sana sangat ekstrem dan beresiko tinggi kecelakaan karena jalannya curam dan menikung,” ujarnya.

Meskipun ekstrem dua jalur itu masih dilewati wisatawan dan pemudik. “Terutama jalur Ngoro-oro-Petir, karena memang lebih lenggang dan jaraknya hampir sama dengan jalur utama,” katanya.

Untuk itu, sejumlah relawan dari warga sekitar ditempatkan untuk ikut memantau, menjaga, dan membantu pengendara yang tetap memaksakan lewat. “Sistemnya di Ngoro-oro-Petir kami buat satu arah buka-tutup, biar lebih leluasa dengan kami berikan radio HT pada warga untuk mudah mengoperasikan buka-tutup jalannya,” katanya.

Baca juga: Pembelian BBM di Rest Area Bakal Dibatasi

Ketika ada pengendara yang akan naik, jelas Boedi, arah turun ditutup dan begitu juga sebaliknya. “Selain itu kami sudah berikan rambu-rambu dan banner, terutama himbauan untuk menggunakan gigi pertama kendaraan ketika menanjak,” imbuhnya.

Sementara rekayasa lalu lintas (lalin) yang dilakukan di jalur utama, Jl. Jogja-Wonosari dengan membuka arus searah. “Dari arah Prambanan ke Wonosari jalan terus, begitu juga Jogja ke Wonosari dan Wonosari ke Jogja,” terang Boedi.

Melalui strategi lalin itu, kata Boedi, arus tidak tersendat dan lancar. “Jika ada peningkatan arus yang berpotensi menyebabkan macet, kami akan siapkan strategi lain dengan berkoordinasi dengan Pos Prambanan dan Pos Hargodumilah,” katanya.

Pantauan di jalur ekstrem Ngoro-oro-Petir yang jadi alternatif Jogja-Wonosari menunjukan sedikit kendaraan yang melintas. “Karena memang sudah kami himbau di pos awal kalau jalurnya beresiko,” kata Supardi, 44, relawan Pos Ngororo-Petir, JumatJumaat (6/5/2022).

Beberapa kendaraan, kata Supardi, memang nekat melintasi. “Kalau nekat ya sudah kami bantu juga,” ujarnya.

Sampai H+6 lebaran, jelas Supardi, tidak ada insiden kecelakaan dan tak kuat menanjak. “Karena yang lewat memang sedikit dan kami jaga,” tandasnya.