Menara Telekomunikasi di Bantul Tembus 300, Minat Investor Menurun
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Ilustrasi mobil rombongan wisatawan yang tak kuat menanjak di jalur Cinomati, Bantul./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Korlantas Polri memprediksi pergerakan (mobilitas) orang dan wisatawan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memadat di sejumlah kota besar Indonesia. Tak terkecuali dengan Jogja yang dikenal sebagai pusat pariwisata, tentunya orang akan berduyun-duyun untuk berpakansi di wilayah setempat.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol R. Slamet Santoso mengaku sudah memetakan dan memprediksi berapa mobilitas orang dan wisatawan di wilayah Indonesia, termasuk DIY.
Mantan Wakapolda DIY ini mengatakan wilayah setempat diprediksi akan kebanjiran pengunjung di masa libur Nataru mendatang.
Slamet menuturkan, sebagai Dirgakkum Korlantas Polri, tugas pertamanya ialah menjalankan operasi lilin, yakni pengamanan masa perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dia melaporkan, pengamanan pada Operasi Lilin juga termasuk mengamankan aktivitas liburan akhir tahun demi kenyamanan masyarakat. “Kami sudah periksa, diperkirakan mobilitas untuk akhir tahun ini ada 3 jutaan orang, dan di DIY sendiri diperkirakan mencapai sekitar 400.000 yang liburan. Saya juga sudah cek tingkat hunian hotel di DIY sudah sampai 80 persen penuh,” katanya, Selasa (19/12/2023).
Sementara Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Lazuardi menjelaskan, pihaknya bersama instansi terkait juga sudah memetakan daerah rawan macet dan yang harus dihindari oleh wisatawan.
Salah satu yang menjadi pencermatan pihaknya adalah jalur Cinomati yang menjadi penghubung antara Pleret dan Dlingo di Kabupaten Bantul.
BACA JUGA: Menyambut Datangnya Wisatawan pada Libur Nataru, Pemkot Jogja Bersihkan Maliboro
Di musim libur cukup banyak wisatawan yang menempuh jalur ini. Hanya saja konturnya yang menanjak curam membuat area ini rawan terhadap kecelakaan lalu lintas.
Untuk itu, Lazuardi menyebut pihaknya akan memasang rambu pengingat agar wisatawan yang belum terbiasa untuk tidak melalui jalur itu. "Bagi wisatawan yang belum tahu dan mengenal area itu dengan baik mestinya jangan nelalui jalur itu. Apalagi kendaraan yang berbadan besar atau lebar," katanya.
Menurutnya, dalam rapat bersama instansi terkait beberapa waktu lalu sempat muncul wacana jalur Cinomati ditutup sementara lantaran dianggap membahayakan. "Memang sempat ada rencana seperti itu. Namun tetap kami minta agar jangan dilalui untuk jalur wisata atau mudik karena sangat berbahaya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.