Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Ilustrasi penjualan ternak/JIBI-Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul mulai mengantisipasi penyebaran penyakit kuku dan mulut (PKM) pada hewan ternak. Lalu lintas ternak keluar masuk ke Gunungkidul diawasi ketat.
BACA JUGA: Viral Mbah Kholil Crazy Rich Jepara Bangun Jembatan Rp3,7 Miliar, Ganjar: Yang Penting Ikhlas
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul Retno Widiastuti mengatakan pengawasan lalu lintas ternak terdapat di dua lokasi, yakni pos di Kalurahan Bedoyo, Ponjong dan Kalurahan Sambirejo, Ngawen.
“Kami berkoordinasi dengan Pemerintah DIY selaku pemilik pos pemantauan,” kata Retno kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).
Menurut dia, hingga sekarang belum ditemukan tanda-tanda penularan PKM. Meski demikian, upaya antisipasi harus dilakukan. Menurut dia, sejumlah kapanewon yang memiliki risiko tinggi, khususnya wilayah yang berbatasan dengan Jawa Tengah.
“Di sana [Jawa Tengah] sudah ada kasus. Jadi, ternak di wilayah perbatasan seperti Rongkop, Girisubo dan Semin, harus diawasi. Selain itu, pengawasan juga dilakukan di Pos Pemantauan di Ngawen dan Ponjong,” katanya.
PMK disebabkan oleh virus dengan tingkat penularan yang cepat atau morbiditasnya tinggi. Namun, demikian tingkat mortalitas atau kematiannya rendah. Ternak yang terkena virus PMK segera pulih apabila diobati menggunakan antibiotik.
Ternak yang tidak ditangani bisa kena infeksi. Ciri penyakit ini terlihat ada luka pada mulut, gusi dan kuku. Bobot ternak berangsur turun.
“Kami juga mengimbau kepada warga untuk tidak tergiur dengan harga hewan yang murah. Paling penting saat akan membeli dilihat dulu bagaimana kesehatan hewan tersebut,” katanya.
BACA JUGA: Siaga Hepatitis Akut, RSUD Wates Bakal Jadi Rujukan
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan sudah membentuk tim reaksi cepat yang disiagakan di seluruh pusat kesehatan hewan di Bumi Handayani. Selain itu, juga ada upaya pemantauan kesehatan ke pasar-pasar hewan.
“Hari ini kami pantau di Pasar Hewan Siyono Harjo. Hingga sekarang, belum ada tanda-tanda ditemukan penyakit itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.