Dua PSN Segera Selesai, DPRD Minta Bantul Siapkan Peta Investasi
DPRD Bantul meminta kajian investasi segera diselesaikan agar peluang ekonomi dari dua proyek strategis nasional dapat dimanfaatkan optimal.
Proses penyeleksian Paskibraka oleh BPO DIY./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak dua siswa terpilih mewakili DIY sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) dalam Upacara HUT ke-77 RI di Istana Negara, Jakarta pada 17 Agustus 2022 mendatang. Keduanya akan bergabung bersama paskibraka dari daerah lain.
Kedua siswa itu masing-masing adalah Gerrad Mailano Kisyan Putra asal SMAN 1 Sleman dan Ghania Taufiqa Salma Wibowo dari SMAN 8 Jogja.
Adapun sebagai cadangan atas keduanya, disiapkan dua siswa lainnya, yakni Gigih Adhiyodha asal SMAN 1 Sewon, Bantul dan Akna Mumtaza dari SMAN 3 Jogja.
BACA JUGA: Jelang Libur Panjang, Wisatawan di Sejumlah Objek Mencapai Ribuan
Kepala Seksi Pemuda Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Rini Admiwati mengatakan proses penyeleksian dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY melalui BPO DIY.
Sebanyak 40 orang terpilih sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) yang akan bertugas sebagai tim pengibar bendera dalam Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI pada 17 Agustus mendatang.
Dia mengatakan tahapan seleksi dimulai sejak 5 Mei lalu dengan diawali dengan seleksi administrasi dan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Masing-masing kabupaten/kota, kata dia, mengirimkan sebanyak 16 perwakilan dengan rincian delapan calon paskibraka putera dan delapan calon paskibraka puteri.
"Sehingga total ada 80 orang yang ikut serta. Dari jumlah itu kami saring lagi menjadi separuhnya yakni 40 orang yang menjadi Paskibraka di tingkat nasional dan provinsi," ujarnya, Jumat (13/5/2022).
BACA JUGA: Dubes Irlandia Temui Sultan, Bahas Pendidikan Wisata dan Budaya
Dalam proses penyaringan itu ada tim juri yang menilai yang terdiri dari aparat TNI-Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) serta pihak BPO. Para penilai melakukan tes terhadap calon Paskibraka dengan melihat kondisi kesehatan, psikotes, kesamaptaan, dan kemampuan baris berbaris.
"Seleksi kami lakukan selama tiga hari dan di hari terakhir ada tes wawancara untuk mengetahui ideologi, pengetahuan umum, dan minat bakat dari calon paskibraka," ucap dia.
Dalam proses penyaringan itu pihaknya juga melibatkan tim dokter, psikolog, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) khususnya berkaitan dengan pengujian ideologi. Tim BPIP juga menguji pemahaman para calon Paskibraka mengenai ideologi Pancasila.
Rini menambahkan, dari 40 peserta itu empat di antaranya terpilih mewakili DIY di tingkatan nasional untuk menjadi tim Paskibraka di Istana Negara, Jakarta pada 17 Agustus nanti. Dari jumlah itu, dua paskibraka utama akan diterbangkan ke Jakarta untuk mengikuti karantina sementara dua lainnya akan menjadi cadangan. Sementara 38 lainnya akan jadi tim pengibar di tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Gedung Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta kajian investasi segera diselesaikan agar peluang ekonomi dari dua proyek strategis nasional dapat dimanfaatkan optimal.
Kemenhut mengerahkan 12.880 personel untuk mempercepat pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas Sumatra dan Kalimantan.
Sebanyak 78 atlet dari enam negara mengikuti Panglima TNI Cup 2026 dan Kejurnas Paralayang di Bukit Joglo, Wonogiri.
Cek harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Minggu 23 Agustus 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia cerah berawan pada Minggu, termasuk Jogja. Sejumlah daerah berpotensi hujan dan kabut.
Cek rute dan tarif Trans Jogja 2026, mulai Rp500 untuk pelajar hingga Rp3.500 untuk pembayaran tunai.