Mi Lethek Srandakan Tembus 50 Toko, Omzet Capai Rp20 Juta
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Proses penyeleksian Paskibraka oleh BPO DIY./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak dua siswa terpilih mewakili DIY sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) dalam Upacara HUT ke-77 RI di Istana Negara, Jakarta pada 17 Agustus 2022 mendatang. Keduanya akan bergabung bersama paskibraka dari daerah lain.
Kedua siswa itu masing-masing adalah Gerrad Mailano Kisyan Putra asal SMAN 1 Sleman dan Ghania Taufiqa Salma Wibowo dari SMAN 8 Jogja.
Adapun sebagai cadangan atas keduanya, disiapkan dua siswa lainnya, yakni Gigih Adhiyodha asal SMAN 1 Sewon, Bantul dan Akna Mumtaza dari SMAN 3 Jogja.
BACA JUGA: Jelang Libur Panjang, Wisatawan di Sejumlah Objek Mencapai Ribuan
Kepala Seksi Pemuda Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Rini Admiwati mengatakan proses penyeleksian dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY melalui BPO DIY.
Sebanyak 40 orang terpilih sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) yang akan bertugas sebagai tim pengibar bendera dalam Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI pada 17 Agustus mendatang.
Dia mengatakan tahapan seleksi dimulai sejak 5 Mei lalu dengan diawali dengan seleksi administrasi dan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Masing-masing kabupaten/kota, kata dia, mengirimkan sebanyak 16 perwakilan dengan rincian delapan calon paskibraka putera dan delapan calon paskibraka puteri.
"Sehingga total ada 80 orang yang ikut serta. Dari jumlah itu kami saring lagi menjadi separuhnya yakni 40 orang yang menjadi Paskibraka di tingkat nasional dan provinsi," ujarnya, Jumat (13/5/2022).
BACA JUGA: Dubes Irlandia Temui Sultan, Bahas Pendidikan Wisata dan Budaya
Dalam proses penyaringan itu ada tim juri yang menilai yang terdiri dari aparat TNI-Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) serta pihak BPO. Para penilai melakukan tes terhadap calon Paskibraka dengan melihat kondisi kesehatan, psikotes, kesamaptaan, dan kemampuan baris berbaris.
"Seleksi kami lakukan selama tiga hari dan di hari terakhir ada tes wawancara untuk mengetahui ideologi, pengetahuan umum, dan minat bakat dari calon paskibraka," ucap dia.
Dalam proses penyaringan itu pihaknya juga melibatkan tim dokter, psikolog, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) khususnya berkaitan dengan pengujian ideologi. Tim BPIP juga menguji pemahaman para calon Paskibraka mengenai ideologi Pancasila.
Rini menambahkan, dari 40 peserta itu empat di antaranya terpilih mewakili DIY di tingkatan nasional untuk menjadi tim Paskibraka di Istana Negara, Jakarta pada 17 Agustus nanti. Dari jumlah itu, dua paskibraka utama akan diterbangkan ke Jakarta untuk mengikuti karantina sementara dua lainnya akan menjadi cadangan. Sementara 38 lainnya akan jadi tim pengibar di tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Gedung Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Gelombang panas ekstrem di AS tewaskan 25 orang, pecahkan rekor suhu, dan sebabkan listrik padam di ratusan ribu rumah.
My Esti tegaskan PIP di Kulonprogo tanpa potongan. Warga juga dorong sekolah gratis hingga SMA lebih diprioritaskan.
Telur, dendeng, dan popcorn ternyata bisa jadi camilan sehat untuk jantung jika dikonsumsi dengan tepat, menurut ahli gizi.
Anak 8 tahun terseret ombak di Pantai Gua Cemara Bantul. Tim SAR lanjutkan pencarian esok hari.
Sumur minyak tradisional di Aceh Timur meledak. Api masih berkobar, petugas lakukan pemadaman dan pengamanan lokasi.