Advertisement

Ombudsman Panggil Pemenang Tender TPA Transisi Piyungan

Yosef Leon
Selasa, 24 Mei 2022 - 18:37 WIB
Bhekti Suryani
Ombudsman Panggil Pemenang Tender TPA Transisi Piyungan Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Kantor Perwakilan Ombudsman RI (ORI) DIY memanggil perwakilan PT. Harry Graha Karya selaku pemenang tender proyek TPA transisi Piyungan, Selasa (24/5/2022). Dalam pemanggilan itu, Perwakilan ORI DIY mengonfirmasi aduan oleh warga beberapa waktu yang menuding kontraktor tersebut bermasalah alias menyalahi prosedur lelang.

Kepala Pemeriksa Laporan Perwakilan ORI DIY, Jaka Susila menjelaskan, sesuai dengan ketentuan pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap PT Harry Graha Karya berkaitan dengan aduan oleh warga yang menyebutkan bahwa pemenang tender proyek TPA transisi Piyungan tidak optimal.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Dalam rangka untuk mengumpulkan data informasi, maka kami perlu mendengar dari pihak kontraktor untuk melengkapi keterangan, terutama terkait kelengkapan dokumen izin ledak," kata Jaka.

BACA JUGA: Hepatitis Akut Misterius Terdeteksi di Jogja

Jaka menyebut, pihaknya juga menggali keterangan soal proses persyaratan yang dipenuhi berkaitan dengan tender TPA transisi Piyungan sampai dengan ditetapkannya perusahaan itu sebagai pemenang lelang.

"Sampai saat ini baru itu yang diperiksa. Besok akan kita konfirmasi ulang lagi dengan Dinas PUP-ESDM. Bagaimana seharusnya pengerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku," jelasnya.

Berdasarkan pemeriksaan, proses penggalian batu dengan metode peledakan belum dilakukan oleh kontraktor pemenang lelang. Saat ini perusahaan itu masih melakukan proses perizinan. Jaka juga menyebut bahwa kontraktor mengaku bahwa segala proses berjalan sesuai dengan ketentuan.

"Mereka sambil berjalan, sambil mengurus izin peledakan juga pengerjaan lapangan dilakukan. Nanti kita bisa berkesimpulan kalau sudah mendengar dari Dinas PUP-ESDM. Terutama rujukan regulasinya seperti apa," terangnya.

Advertisement

Polemik ini bermula saat seorang warga Kapanewon Kalasan, Andry Lesmono Bintoro mengadu ke Perwakilan ORI DIY soal pemenang lelang tender proyek TPA transisi Piyungan yang tidak kompenten.

Dalam proyek itu, PT Harry Graha Karya keluar sebagai pemenang lelang dengan harga penawaran Rp19 miliar lebih dari nilai pagu proyek sebesar Rp25 miliar lebih.

Penanggung jawab PT Harry Graha Karya, Didik Iftanto enggan mengomentari tuduhan yang dilayangkan ke pihaknya. Menurut dia, segala proses lelang berjalan seperti biasa dengan peserta sebanyak tujuh atau delapan perusahaan.

Advertisement

"Normatif saja pelaksanaannya. Kalau memang perusahaan kami bermasalah coba cek lewat proyek-proyek yang dulu pernah dikerjakan. Apa memang ada wanprestasi," katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement