Advertisement

Wow! Petani Bawang di Kalasan Untung Berlipat

Abdul Hamied Razak
Selasa, 24 Mei 2022 - 19:57 WIB
Bhekti Suryani
Wow! Petani Bawang di Kalasan Untung Berlipat Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa melakukan panen bawang merah di bulak Karang, Kalurahan Tirtomartani, Kalasan, Sleman-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Para petani bawang di Kalasan mengakui hasil panen bawang merah selama mengikuti Sekolah Lapang (SL) 2022 menguntungkan. Satu hektare lahan yang ditanam bawang merah menghasilkan 26 ton dalam waktu singkat.

Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto mengatakan kegiatan SL diikuti oleh sebanyak 225 peserta. Mereka menanam bawang merah varietas tajuk di lahan seluas 1 hektare. Bawang merah yang dipanen mengasilkan 26 ton bawang basah namun jika dikeringkan menjadi 17 ton.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Produktifitas panen yang dihasilkan meningkat dan harga jualnya saat panen ini sedang tinggi," kata Janu di sela kegiatan panen di Bulak Karang, Kalurahan Tirtomartani, Kalasan, Selasa (24/5/2022).

Janu bercerita, saat petani menanam bawang merah pada akhir Maret lalu harga jualnya di tingkat petani sekitar Rp20.000 an perkilogram.

BACA JUGA: Hepatitis Akut Misterius Terdeteksi di Jogja

Saat petani panen, katanya, harga bawang merah ditingkat petani sekitar Rp40.000 per kg. Kondisi tersebut, lanjut Janu sangat menguntungkan petani bawang.

"Ya karena harganya naik dua kali lipat sejak saat kami tanam. Setelah panen ini, kami akan menanam bawang lagi di luas lahan 10 hektare dengan potensi panen sekitar 170 ton bawang kering," ujarnya.

Dia mengatakan, kegiatan SL dan gerakan menanam bawang merah di tempat tersebut juga akan ditindaklanjuti dengan SL untuk benih. Tujuannya agar petani bisa mendapatkan benih bawang secara mandiri. "Kami berharap ke depan bisa bersama-sama membangun pertanian di Sleman untuk mampu mencapai swasembada pangan," harapnya.

Advertisement

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengaku bangga dengan hasil panen bawang merah yang dilakukan para petani setelah mengikuti SL 2022. Menurutnya, para petani berperan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan di Sleman. Menurutnya kesejahteraan petani dapat lebih meningkat jika terus diberikan pendampingan dan dukungan dari berbagai pihak.

Oleh karenanya, lanjut Danang, Pemkab melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman memberikan sejumlah bantuan dan pelatihan demi memberdayakan petani agar lebih sejahtera. Pemkab juga menyerahkan 10.000 kg bibit umbi bawang merah, 50 rol mulsa hitam perak dan 2450 kg pupuk NPK.

"Setelah diberikan pelatihan melalui Sekolah Lapang, ini kami memberikan bibit silahkan ditanam, nanti hasilnya silahkan para petani manfaatkan," ujarnya.

Advertisement

Danang menyebut petani sebagai pahlawan pangan. Alasannya, para petani akan selalu berjuang demi menghasilkan hasil panen yang baik dalam berbagai situasi dan kondisi. "Ada seorang tani yang bilang sama saya, mau harganya naik apa turun, petani akan terus menanam. Panas atau hujan tetap menanam. Karena itu sudah hobi," kata Danang.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Setara Institute Kutuk Keras Bom Bunuh Diri Astana Anyar

News
| Rabu, 07 Desember 2022, 19:37 WIB

Advertisement

alt

Malam Pergantian Tahun, Hotel-Hotel di Bantul Siapkan Gala Dinner dan Live Music

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 17:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement