Advertisement

Wisatawan Dipaksa Naik Jip di Kaliadem, Pemkab: Sudah Berulang Kali

Newswire
Kamis, 26 Mei 2022 - 21:57 WIB
Bhekti Suryani
Wisatawan Dipaksa Naik Jip di Kaliadem, Pemkab: Sudah Berulang Kali Jip wisata mengantarkan wisatawan di objek wisata Lava Tour Merapi, Senin (18/6 - 2018). Harian Jogja Fahmi Ahmad Burhan

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman angkat bicara ihwal kasus dugaan pemaksaan wisatawan menggunakan jip wisata di kawasan Kaliadem.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono mengaku sudah mengetahui kejadian yang viral tersebut.

Advertisement

"Saya sudah komunikasi dengan Lurah, Panewu dan Kapolsek. Karena kejadiannya sudah beberapa kali berulang dan oknum yang melakukan sama. Harapannya dikomunikasikan di tingkat wilayah, agar lebih manjur," ungkapnya, Kamis (26/5/2022), seperti dikutip dari suara.com, jaringan Harianjogja.com.

Suparmono memastikan kendaraan wisatawan baik mobil maupun motor tidak ada larangan sampai ke bunker Kaliadem, selagi situasi Merapi aman.

Apabila ada oknum yang mencegat parkir dan memaksa wisatawan menyewa jip maupun sepeda motor untuk ke Bunker Kaliadem, Dinas Pariwisata Sleman tidak akan menoleransi dan tidak segan mengambil langkah tegas.

BACA JUGA: Jalan di Kota Jogja Diusulkan Jadi Jalur Searah

Kasus pemaksaan wisatawan menggunakan jasa jip wisata diduga terjadi di Kaliadem, Sleman.

Pariwisata Kabupaten Sleman kembali tercoreng di media sosial. Kali ini kegaduhan datang lewat curhatan seorang sopir kendaraan sewaan, di laman Facebook Info Cegatan Jogja (ICJ).

Sang pengunggah cerita, Rendi Kurnia merupakan warga Kota Jogja sedang mengantar wisatawan asal Bengkulu, berkunjung ke Bunker Kaliadem di Kepuharjo, Cangkringan, pada Kamis (26/5/2022).

Advertisement

Kali pertama ia mengajak wisatawannya jalan-jalan ke kawasan Tlogo Putri. Tujuan berikutnya, pemilik akun Rendy Ndonk ini mengajak mereka untuk menyambangi Bunker Kaliadem.

Yang ia keluhkan, selanjutnya ia ungkapkan kala dihubungi wartawan lewat sambungan telepon.

"Saya kan naik. Tapi kurang sekitar 1,7 Km sampai di bunker, saya dicegat oleh seorang bapak-bapak, pakai kalung, usianya sekitar 50 tahun. Kalau cuma menawarkan [naik] jip tidak masalah. Tapi dia memaksa supaya naik jip," ujarnya.

Advertisement

Orang yang ia temui itu, memaksanya supaya memarkir mobil yang ia kendarai di tempat tersebut. Selanjutnya, bila rombongan ingin melanjutkan perjalanan ke Bunker Kaliadem, maka harus menyewa jip atau sewa ojek sepeda motor dengan ongkos Rp50.000.

"Saya sempat bertanya alasannya. Tapi orang tersebut tetap memaksa. Jika parkir di tempat itu, otomatis penumpang kecewa karena jaraknya cukup jauh, apalagi kondisinya hujan," tuturnya.

Melihat situasi yang membuatnya bertanya-tanya, kemudian Rendy turun dan bertanya kepada petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Kaliadem. Tetapi, petugas yang ditanya justru menjawab kurang mengetahui kebijakan

"Penumpang saya sudah kecewa. Akhirnya pergi wisata ke Parangtritis, Bantul," kata dia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Keren! Warga Desa Ini Tanam Padi Bergambar Soekarno

News
| Selasa, 28 Juni 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia

Wisata
| Sabtu, 25 Juni 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement