Advertisement

Dilema Penggunaan Gadget di Sekolah, Begini Sikap Disdikpora Kulonprogo

Anisatul Umah
Jum'at, 27 Mei 2022 - 14:17 WIB
Budi Cahyana
Dilema Penggunaan Gadget di Sekolah, Begini Sikap Disdikpora Kulonprogo Kegiatan olahraga siswa di Alun-alun Wates, Jumat (27/05/2022). - Harian Jogja/Anisatul Umah

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penggunaan gadget di sekolah memiliki dampak baik dan buruk bagi siswa. Di satu sisi siswa bisa mengakses pelajaran dari Internet, di sisi lain gadget juga membuat siswa kecanduan.

Kepala SMPN 2 Wates Turismiyati mengatakan di lingkungan sekolahnya siswa boleh membawa gadget jika guru mata pelajaran mensyaratkan membawa gadget saja. Sehingga tidak semua siswa bisa membawa gadget saat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Hal ini untuk mengurangi banyaknya anak main handphone di saat guru mengajar tetapi tidak memerlukan handphone," paparnya kepada Harian Jogja, Jumat (27/05/2022).

Kepala SD Conegaran Sugiyah mengatakan sisi positif dari penggunaan gadget adalah siswa bisa melek teknologi dan bisa mencari materi yang belum diketahui. Juga mempermudah interaksi guru dan siswa.

Sementara, sisi negatifnya siswa menjadi pribadi yang asosial karena sibuk dengan gadgetnya. Keseringan menggunakan gadget menurutnya membuat siswa kecanduan game sehingga rasa sosial untuk bergaul dengan temannya hilang.

"Lebih parah lagi kalau guru sedang mengajar siswa bermain dengan gadgetnya, bukan pelajaran yang dilihat. Guru dalam mengajar tidak diperhatikan," tuturnya.

Selain itu dampak negatif lainnya budaya karakter yang telah membudaya menjadi hilang. Di antaranya seperti jiwa sosial, jujur, hingga percaya diri.

Sementara, Kepala Dinas Disdikpora Kulonprogo Arif Prastowo menjelaskan mengenai penggunaan gadget di sekolah Disdikpora akan melakukan pengamatan terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan.

Advertisement

"Kami akan cermati dulu kebijakan seperti apa yang paling baik, karena handphone prinsipnya kalau di ruang kelas jelas enggak boleh," ucapnya.

Penggunaan gadget masih dipertimbangkan apakah tidak diperlukan sama sekali di sekolah atau diizinkan saat istirahat untuk berkomunikasi dengan orang tua.

"Sekarang sudah kembali ke PTM, dengan cara-cara PTM yang lama," ujarnya.

Advertisement

Akan tetapi, kata Arif, gadget juga bisa mendukung sumber belajar. Karena guru menurutnya saat ini tidak bisa mendominasi sumber belajar.

"Internet maupun alat-alat yang lain di ruang kelas. Banyak digunakan cara-cara seperti itu. Tidak konvensional seperti dulu. Ini tergantung inovasi dan kreativitas guru," tegasnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Stok Darah PMI DIY Awal Desember 2022

Stok Darah PMI DIY Awal Desember 2022

Jogjapolitan | 3 hours ago

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sri Mulyani Targetkan Pendapatan Negara Rp2.463 Triliun pada 2023

News
| Kamis, 01 Desember 2022, 14:17 WIB

Advertisement

alt

Ketep Summit Festival 2022 Siap Obati Kerinduan Pencinta Seni dan Wisata

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement