Advertisement
Begini Kesaksian Warga tentang Meninggalnya Anak SMP di Bumijo Jogja karena Dianiaya

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Bumijo Kidul, Jetis, Jogja, mengungkapkan kronologi penganiayaan yang membuat seorang pelajar berinsial ZWP, 17, asal Depok, Sleman meninggal dunia pada Minggu (29/5/2022) dini hari.
Ketua RT 34 RW 08 Bumijo Kidul, Jetis, Rudi Antono menyampaikan, insiden itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu ia tengah nongkrong di angkringan sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
Advertisement
"Dari arah utara tiba-tiba tiga motor melaju kencang sekali," kata Rudi.
Kejadian itu berlokasi tepat di depan kantor Koramil Jetis. Di lokasi kejadian darah korban telah mengering dan ditutup menggunakan pasir.
Rudi menyebut, dirinya hanya melihat tiga sepeda motor matik yang saling berboncengan. Satu Genio dan dua Scoopy melaju dengan kencang ke arah Jalan Suryonegaran.
"Kejadian sekitar pukul 01.30 dari arah utara ada empat motor dan selanjutnya tiga motor saling berboncengan kabur ke arah Jalan Suryonegaran karena satu motor jatuh di depan Koramil," jelasnya.
Saat kejadian tersebut, dirinya belum tahu bahwa terdapat korban jatuh di depan kantor Koramil. Ia hanya melihat tiga sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi sambil berteriak.
"Kami enggak tahu kalau ada yang jatuh dan sampai di tikungan pada teriak bilang, ‘tinggal saja, tinggal’. Tiga sepeda motor, Scoopy dua Genio satu. Total enam orang,” imbuhnya.
Tak lama kemudian seorang penjual roti bakar yang menyaksikan korban terjatuh menyambangi warga yang tengah berada di angkringan itu untuk meminta pertolongan.
"Beberapa saat kemudian ada warga yang datang ke angkringan dan suruh mencari ambulans. Saya langsung ke sana, kondisi korban sudah parah," jelas dia.
Kondisi korban ZWP disebutnya berlumuran darah pada bagian kepala. Sementara, badan tidak mengalami luka. Seorang temannya yang lain berinisial NPS yang juga warga Depok, Sleman hanya mengalami luka lecet.
"Bentur ke aspal, keluar darah semua kepalanya. Saat jatuh memang langsung ditinggal, kabur. Yang parah yang membawa motor, kalau yang belakang cuma luka-luka," ungkap dia.
Menurut pengakuan rekan korban, mereka ditendang oleh rombongan terduga pelaku saat berada di lokasi kejadian. Motor korban kemudian oleng lantas menabrak trotoar jalan.
"Kalau dari temannya yang selamat bilang mereka ditendang dan menabrak trotoar. Darah keluar dari kepala, badan tidak ada apa-apa. Memang pakai helm. Tidak ada bekas senjata tajam atau yang lain," jelasnya.
Rudi menambahkan korban masih hidup saat terjatuh dari sepeda motor. Setelah dibawa ke RSUP Dr Sardjito, korban dinyatakan meninggal dunia.
"Belum meninggal pas jatuh. Ketika saya telepon ambulans dan sampai ke rumah sakit dihubungi yang bawa ambulans, korban sudah meninggal," urainya.
Kepala Seksi Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Saat ini terduga pelaku sedang kami kejar," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lurah di Gunungkidul Wajib Bikin LHKPN ke KPK
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
Advertisement
Advertisement