2.935 Atlet Ramaikan Taekwondo Gubernur Jateng Cup 2026
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Corporate General Manager Ayom Group, Vivie Elizabeth dan HR Corporate Ayom Group, Krishna Prima Atmaji (memegang karya), saat pembukaan pameran lukisan di Green Art Space, Senin (30/5/2022) - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA — Greenhost Boutique Hotel merangkul 12 seniman lokal yang tergabung dalam Jurusan Seni Rupa Murni Pascasarjana ISI Yogyakarta angkatan 2020, menggelar pameran lukisan di Green Art Space, Senin (30/5/2022) – Rabu (29/6/2022). Pameran bertajuk Perjalanan: Hom Pim Pah, memamerkan 21 lukisan.
Karya-karya yang dipamerkan menceritakan perjalanan masing-masing seniman. Pameran dibuka oleh Dosen ISI Yogyakarta sekaligus pemenang penghargaan Prince Claus Award dan UNESCO Prize, Heri Dono, dan Penulis Pameran ini, Ignatius Suluh Putra.
Perwakilan dari Pameris, Laksmi Shitaresmi mengatakan, pameran ini merupakan pameran pertama di 2022 yang diadakan Kelompok Seni Rupa Murni Pasca Sarjana ISI Yogyakarta angkatan 2020.
“Sebelumnya kami lebih memanfaatkan kelompok sebagai ruang diskusi dan bertukar informasi seni. Tema Perjalanan: Hom Pim Pah ini merupakan ekspresi kami di dalam menceritakan perjalanan masing-masing seniman dalam arti seluas-luasnya yang diekspresikan dalam bentuk karya seni lukis," ujar Laksmi.
HR Corporate Ayom Group, Krishna Prima Atmaji mengatakan saat ini ekonomi mulai menggeliat, termasuk berbagai kegiatan seni. Greenhost juga memiliki filosofi Ngayomi, Ngayemi, dan Ngayahi.
"Ini termasuk Ngayahi yang ada, dengan kolaborasi ngayahi komunitas lokal," ujar Krishna.
Corporate General Manager Ayom Group, Vivie Elizabeth mengatakan sejak lama Greenhost Boutique Hotel, yang mengusung konsep mindfulness sangat aware dengan seni-seni karya seniman lokal.
"Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada kami sebagai venue penyelenggara," ujar Vivie.
Heri Dono mengatakan, para seniman yang berpameran ini memiliki tanggung jawab menjadi maestro. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Greenhost yang memberi fasilitas tempat. Ruang yang ada saat ini menurutnya menjadi satu sejarah. Tidak berarti harus menunggu 100 tahun lagi.
“Sejarah itu adalah hari ini, dan gerakan Dadaisme di Eropa itu mulai dari cafe, para ilmuwan, filsuf dan lainnya berkumpul dan merumuskan mengenai pemikiran seni waktu itu. Mudah-mudahan estetika yang ditawarkan pada pameran ini memberi wacana baru bagi masyarakat. Bahwa estetika tidak statik namun dinamik. Kita harus melihat perkembangan konsep seni rupa yang terbarukan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Dua pria yang viral karena melawan arus dan menantang pengendara di Jogja ditilang polisi usai menyerahkan diri ke Polresta Jogja.
Praperadilan Roy Suryo menggugat keabsahan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan pencekalan oleh Polda Metro Jaya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Jaringan bus semakin luas untuk mendukung mobilitas warga dan wisatawan di DIY.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.