Advertisement

Harga Minyak Goreng Curah di DIY Terkendali

Herlambang Jati Kusumo
Senin, 06 Juni 2022 - 13:47 WIB
Budi Cahyana
Harga Minyak Goreng Curah di DIY Terkendali Seorang pelaku UMKM kuliner menggoreng tahu di sentra pembuatan tahu Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. - Antara/Budi Candra Setya

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Harga minyak goreng curah di DIY diklaim terkendali hingga saat ini. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Muda Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) DIY, Sabar Santoso, mengatakan harga minyak goreng kemasan maupun curah saat ini terbilang terkendali untuk wilayah DIY. Disperindag DIY juga menunggu instruksi lainnya dalam pengendalian harga ini.

“Harga saat ini untuk minyak goreng curah terbilang sudah murah. Harga di Rp14.300 per liternya. Ketersediaan minyak goreng curah juga masih cukup. Untuk minyak kemasan sekarang ketersediaan dan harga lebih terjangkau,” ucap Sabar, Senin (6/6).

Sabar mengimbau masyarakat tidak perlu panik, masalah minyak goreng curah ini. Disperindag DIY juga terus melakukan pemantauan di lapangan. “Tidak perlu ada panic buying. Beli sewajarnya saja,” ujar Sabar.

Humas Bulog DIY, Dicki Yusfarino, mengatakan upaya pengendalian harga minyak goreng curah ini, menunggu penugasan pemerintah, terkait aturannya. “Upaya kita saat ini secara Business to Business sesuai permintaan dan analisa dari Pemda,” ucap Dicki.

Dicki mengungkapkan minyak curah akan disiapkan sesuai dengan permintaan. Sementara, stok minyak kemasan ada 47.000 liter. “Untuk kemasa premium, pengamatan kita ketersediaan di lapangan masih banyak. Hanya harga yang variatif. Kalau di kami menjual sesuai dengan HET [Harga Eceran Tertinggi] yang ditentukan pemerintah,” ujarnya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah memberlakukan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), Domestic Price Obligation (DPO), dan mencabut subsidi minyak goreng curah, pada Selasa (31/5).

“Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak panik, galau dan khawatir pasokan domestik akan berkurang, harga akan kembali meningkat. Ini kami pastikan tidak terjadi. Kami tetapkan jumlah DMO sejak 1 juni adalah sebesar 300 ton per bulan. Jumlah ini lebih tinggi 50% dibandingkan kebutuhan domestik kita," ucapnya.

Luhut mengungkapkan pemerintah berusaha menjaga harga minyak goreng curah dengan harga tertinggi Rp14.000/ liter atau Rp15.000/ liter. Ia mengungkapkan pemerintah akan menyalurkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi di wilayah yang belum terjangkau. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Jogjapolitan | 13 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kena Covid, Korea Utara Salahkan Balon Udara dari Korea Selatan

News
| Sabtu, 02 Juli 2022, 16:27 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement