Advertisement
Polisi Terduga Pelaku Penganiayaan di Holywings di Jogja Potensial Dijerat Pidana

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Kasus dugaan penganiayaan terhadap korban Bryan Yoga Kusuma di klub malam Holywings Jogja beberapa waktu lalu yang diduga melibatkan anggota kepolisian, masih diselidiki. Tidak berhenti di sanksi kode etik, anggota polisi yang terlibat bisa dipidana.
Hal ini disampaikan Kadiv Humas Jogja Police Watch, Baharuddin Kamba. Menurutnya jika nantinya anggota kepolisian tersebut terbukti bersalah, maka dapat masuk ke ranah pidana pengadilan karena penganiayaan termasuk tindak pidana umum.
Advertisement
“Oknum polisi yang terbukti melakukan penganiayaan harus ditindak tegas baik oleh institusi Polri Polda DIY maupun secara hukum. Bagaimanapun penganiayaan adalah sebuah tindak pidana. Bahkan jika pelakunya merupakan seorang anggota polisi yang sesungguhnya mengerti hukum dan harus patuh hukum,” ujarnya, Selasa (7/6/2022).
BACA JUGA: Penerbangan ke Singapura dari YIA Mundur Jadi 18 Juli
Kasus ini menurutnya menunjukkan selain daftar panjang kasus dugaan penganiayaan oleh oknum kepolisian di klub malam juga masih adanya sikap yang tidak seharusnya dilakukan apalagi di tempat umum. “Kasus ini pula dapat menurunkan citra kepolisian di era kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang berusaha memperbaiki institusi Polri,” katanya.
Ia memandang sudah saatnya Polri untuk melakukan pembenahan agar kasus serupa tidak terulang lagi dengan menjatuhkan hukuman kode etik profesi kepolisian secara maksimal, salah satunya, karena kasus ini jelas mencoreng citra kepolisian.
“Bidang Propam harus rutin melakukan pengawasan terhadap oknum polisi yang berada di klub malam. Karena keberadaan oknum polisi yang berada di tempat hiburan malam harus jelas keberadaannya dan memiliki surat tugas dari pimpinannya. Tidak sembarangan,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan ada indikasi keterlibatan anggota yang melanggar kode etik profesi. “Sehingga perlu dilakukan tindakan tegas kepada anggota yang menyalahi atau melanggar dari kode etik profesi Polri tersebut,” ungkapnya.
Ia belum bisa memastikan jenis sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada oknum yang terlibat, karena masih menunggu digelarnya Sidang Kode Etik. “Nanti perkembangan secepatnya. Secara komplit akan kami sampaikan kembali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Menbud Fadli Zon: Candi Borobudur Simbol Toleransi Umat Beragama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Perusahaan Tahan Ijazah Karyawan Terjadi di Bantul, Dinas Upayakan Mediasi
- 5 Warga Sleman Gagal Berangkat Haji di 2025, Ini Penyebabnya
- Pungutan Liar oleh Petugas Rutan Kelas II A Jogja, Kepala Kanwil Ditjenpas DIY: Pelaku Ditindak Tegas
- Libur Panjang, Okupansi Hotel di Bantul Mencapai hingga 100 Persen
- Baciro Kini Jadi Kelurahan Hijau di Jogja karena Berhasil Mengelola Sampah dengan Baik
Advertisement