Advertisement

Penerbangan ke Singapura dari YIA Mundur Jadi 18 Juli 

Anisatul Umah
Selasa, 07 Juni 2022 - 12:47 WIB
Budi Cahyana
Penerbangan ke Singapura dari YIA Mundur Jadi 18 Juli  YIA, Kulonprogo, Rabu (11/5/2022). - Harian Jogja/Anisatul Umah

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penerbangan ke Singapura melalui bandara di Kulonprogo, Yogyakarta International Airport (YIA), mulanya akan dibuka per 11 Juni 2022, tetapi diundur menjadi 18 Juli 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sementara Airport Service and Security Senior Manager YIA, Rahmat Febria. Menurutnya jika penerbangan sudah dibuka, dalam sepekan akan dilayani tiga kali penerbangan ke Singapura.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: Malam Minggu Nongkrong Yuk! Ini 5 Rekomendasi Tempat Ngopi di Sleman

"Untuk SIN [Singapore] akan mulai 18 Juli, seminggu tiga kali [penerbangan]," ungkapnya kepada Harian Jogja, Selasa (7/6/2022).

Rahmat mengaku tidak tahu persis kendala ditundanya penerbangan ke Singapura. Akan tetapi menurutnya biasanya masalah operasional saja.

"Biasanya sih masalah operasional saja. Masalah momentum," lanjutnya.

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I YIA, Ike Yutiane Purwanita, mengatakan ke depan jumlah penumpang di YIA akan terus meningkat, diperkirakan bisa sampai 20%. 

"Rata-rata pax di angka 10.000 hampir 50% dari saat pandemi 4.000-5.000. Ke depan masih akan ada peningkatan sebesar 20%," tuturnya.

Advertisement

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager YIA, Agus Pandu Purnama, mengatakan banyak tantangan yang dihadapi YIA selama pandemi. 

"Tantangan cukup besar dari sepinya bandara. Dibandingkan Adisutjipto 187 penerbangan per hari di sini [YIA] hanya 30 saja," ujarnya.

BACA JUGA: Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Advertisement

Kemudian jumlah penumpang di Adisutjipto mencapai 26.000 per hari, sementara di YIA hanya 3.000 saja saat pandemi. Padahal YIA jauh lebih luas dibandingkan dengan Adisutjipto.

"Bahkan kumulatif terbanyak 8,4 juta penumpang satu tahun. Di sini hanya 900.000, terakhir tahun lalu 1,2 juta. Luar biasa sekali pandemi ini buat prihatin bisnis aviasi," keluhnya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement