Advertisement

Belum Genap Enam Bulan, Kecelakaan di Gunungkidul Renggut 28 Nyawa

David Kurniawan
Selasa, 07 Juni 2022 - 16:27 WIB
Budi Cahyana
Belum Genap Enam Bulan, Kecelakaan di Gunungkidul Renggut 28 Nyawa Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satlantas Polres Gunungkidul mencatat hingga awal Juni ini sudah ada 28 korban meninggal dunia akibat kecelajaan lalu lintas. Pengendara kendaraan bermotor diminta lebih berhati-hati serta mematuhi ketertiban dalam berlalu lintas.

Data dari unit Penegakkan Hukum, Satlantas Polres Gunungkidul, hingga Senin (6/6/2022) sudah ada 398 kasus kecelakaan di jalanan. Peristiwa ini menyebabkan 28 orang meninggal dunia, 519 korban luka ringan dan satu korban luka berat.

BACA JUGA: Penerbangan ke Singapura dari YIA Mundur Jadi 18 Juli 

Adapun kerugian material Rp262,6 juta. Sebagai gambaran di 2021 lalu, total ada 612 kecelakaan lalu lintas. Korban meninggal dunia ada 71 orang, luka ringan sebanyak 781 orang serta kerugian materi sebanyak Rp387 juta.

Kepala Unit Penegakkan Hukum, Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Darmadi mengatakan, angka kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa di Gunungkidul masih tinggi. Potens penambahan juga masih mungkin karena pendataan baru sampai awal Juni. “Harapannya tidak ada tambahan lagi. Tapi, kalau ada kasus, tetap akan kami tangani,” katanya.

Menurut dia, hingga sekarang sudah ada 28 orang meninggal dunia karena yerlibat kecalakaan di jalanan. Hasil indentifikasi lapangan, jalur Jogja-Wonosari antara Patuk dengan Playen menjadi lokasi paling rawan karena banyak korban meninggal di lokasi ini.

Selain itu, jalur maut lainnya berada di ruas jalan penghubung ataran Kapanwon Semanu sampai Wonosari. “Untuk yang lainnya tersebar merata di 14 kapanewon lainnya,” kata Darmadi, Selasa (7/6/2022).

Darmadi mengaku hingga sekarang belum ada korban jiwa pelajar sekolah. Meski demikian, ia berharap kepada seluruh masyarakat untuk terus berhati-hati serta mematuhi segala peraturan dalam berlalu lintas. “Yang tak kalah penting harus memakai alat pelindung diri mulai dari helm hingga sabuk pengamanan. Jangan lupa mengecek kondisi kendaraan sehingga insiden kecelakan semakin dapat ditekan,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Rakhamdian Wijayanto, mengatakan sudah membuat program untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Salah satunya melalui bus sekolah yang diluncurkan di akhir April lalu.

BACA JUGA: Haryadi Suyuti Ditangkap KPK, Sultan: Saya Yakin Bukti Lain akan Terungkap

Advertisement

Menurut dia, hingga sekarang pemkab sudah menerjunkan tiga unit bus yang memberikan pelayanan antara Sokoliman-Wonosari, Semanu-Wonosari dan Gedangsari-Wonosari.

“Kami juga bekerja sama dengan Organda untuk menyediakan bus sekolah di seluruh kapanewon di Gunungkidul. tujuannya, selain untuk memberikan rasa aman ke siswa, juga menghidupkan armada angkutan yang mati suri,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Jogja Macet, Berkah bagi Pedagang

Jogja Macet, Berkah bagi Pedagang

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Viral Unggahan JKT48 Dilecehkan di Mal Solo, Gibran Geram

News
| Minggu, 03 Juli 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement